Banyak Petugas KPPS Gugur, KPU Kota Bandung Harap Caleg Terpilih Aktif Evaluasi Pemilu 2019
Menurut Ketua KPU Kota Bandung, Suharti, petugas KPPS yang gugur di Pemilu Serentah 2019 menjadi pembelajaran dan bahan evaluasi semua pihak
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Tragedi banyaknya petugas KPPS yang gugur saat bertugas selama Pemilu serentak 2019 diharapkan KPU kota Bandung menjadi perhatian bagi semua pihak.
Menurut Ketua KPU Kota Bandung, Suharti, petugas KPPS yang gugur di Pemilu Serentah 2019 menjadi pembelajaran dan bahan evaluasi semua pihak agar tak terulang pada gelaran Pemilu 2024.
Adapun menurut evaluasi Suharti, evaluasi tersebut pun bukan hanya oleh KPU tetapi juga oleh Komisi II DPR RI.
"Mudah-mudahan anggota legislatif terpilih nanti di Komisi II bisa juga melakukan evaluasi yang lebih detil soal proses penyelenggaraan pemilu di Indonesia," ujar Suharti kepada Tribun Jabar saat ditemui di Hotel Horison Bandung, Kamis (2/5/2019).
Dijelaskan Suharti, banyaknya korban selama Pemilu 2019 membuka pintu evaluasi Undang-undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
Pihaknya tetap berharap evaluasi tersebut bisa dilakukan menyeluruh oleh semua elemen masyarakat.
Selama Pemilu 2019, ucap Suharti, kebanyakan petugas KPPS gugur dan sakit karena faktor dehidrasi, telat makan, dan kurang istirahat.
"Kami menyiapkan TPS itu sehari sebelumnya sampai malam, sampai TPS itu terbentuk besok paginya pukul 6 harus sudah ada di TPS sebelum pemilih datang," paparnya.
• 9 Anggota KPPS di Kota Bandung Meninggal, Pemprov Jabar Beri Santunan 50 Juta
• Lagi, 2 Petugas KPPS di Bandung Barat Meninggal, Didiagnosa Sakit Lambung dan Darah Rendah
• Anggota KPPS Ini Sudah 12 Hari Tak Sadarkan Diri, Keluarga Bingung Biaya Perawatan Rumah Sakit
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/suharti-saat-ditemui-tribun-jabar.jpg)