Bulan Ramadhan 1440 H
Awal Puasa Ramadhan, Ikut Keputusan Pemerintah atau Orman Islam? Ini Dalil Alquran dan Hadisnya
Mengikuti keputusan pemerintah atau oramas Islam dalam menentukan awal puasa bulan Ramadhan? Bagiamana keputusan awal puasa di zaman Rasul?
Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
TRIBUNJABAR.ID - Mengikuti keputusan pemerintah atau oramas Islam dalam menentukan awal puasa bulan Ramadhan?
Penentuan awal bulan Ramadhan atau 1 Ramadhan di Indonesia beberapa kali sempat berbeda.
Perbedaan ini karena pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Kementerian Agama dan ormas Islam memiliki cara yang berbeda dalam menentukan awal Ramadhan, menggunakan metoda melihat hilal atau tanda masuknya awal bulan atau menggenapkan menjadi 30 hari.
Perbedaan lainnya, ada ormas Islam yang lebih awal melihat hilal tanda awal bulan, lalu membuat pengumuman kepada masyarakat.
Pengumuman itu berisi awal bulan Ramadhan telah ditentukan pada tanggal tertentu. Termasuk pada awal bulan Ramadhan 1440 H, sudah ada ormas Islam yang menentukan tanggalnya.
• Disunnahkan Rasullulah, Ini Manfaat Istimewa Buah Kurma Jika Dikonsumsi Selama Bulan Ramadhan
Sementara pemerintah Indonesia belum menentukan, tapi akan melakukan sidang isbat menentukan awal bulan Ramadhan.
Karena perbedaan awal bulan Ramadhan yang memungkinkan terjadi di Indonesia, muncul pertanyaan, mengikuti keputusan pemerintah atau ormas Islam?
Jika mengacu kepada hadis Rasulullah Muhammad SAW riwayat Tirmidzi, maka persatuan adalah yang utama.
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالْأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ
‘Hari puasa adalah hari ketika orang-orang berpuasa, Idul Fitri adalah hari ketika orang-orang berbuka, dan Idul Adha adalah hari ketika orang-orang menyembelih‘” (HR. Tirmidzi 632, Syaikh Al Albani berkata: “Sanad hadits ini jayyid” dalam Silsilah Ahadits Shahihah, 1/440).
Dalam lafadz yang lain:
صَوْمُكُمْ يَوْمَ تَصُومُونَ , وَفِطْرُكُمْ يَوْمَ تُفْطِرُونَ
“Kalian berpuasa ketika kalian semuanya berpuasa, dan kalian berbuka ketika kalian semua berbuka”
At Tirmidzi setelah membawakan hadits ini ia berkata: “Hadits ini hasan gharib, sebagian ulama menafsirkan hadits ini, mereka berkata bahwa maknanya adalah puasa dan berlebaran itu bersama Al Jama’ah dan mayoritas manusia”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kumpulan-kata-kata-menyambut-bulan-ramadhan_20180516_143017.jpg)