Kosmetik Kini Sudah Menjadi Kebutuhan Penting, Begini Kata Pakar Kosmetik
Produk kosmetik semisal skin care, make up, tabir surya, dan lain-lain, saat ini sudah menjadi salah satu kebutuhan penting untuk untuk banyak orang
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Produk kosmetik semisal skin care, make up, tabir surya, dan lain-lain, saat ini sudah menjadi salah satu kebutuhan penting untuk untuk banyak orang.
Hal itu disapampaikan oleh apoteker dan pakar kosmetik, dr Sasanti Darijanto Apt, saat Beuaty Talk dalam rangka ulang tahun ke-8 Calysta Skin Care and Clinic, Hotel Papandayan, Bandung, Minggu (28/4/2019).
Ia mengatakan, saat orang bekerja atau melakukan beragam aktivitas, akan menggunakan kosmetik.
"Salah satu yang harus kita tahu adalah produk aman dipakai. Menurut BPOM, bahwa kosmetik paling banyak diproduksi sekarang dan persaingan antar brand semakin ketat. Sehingga harus ada spesifik, yang diutamakan safety,” ujarnya.
• Nikita Melahirkan, Tak Terlihat Dipo Latief, Enggak Ada Bapaknya Kan? Jadi Niki Membelah Diri
Ia menyarankan bahwa dalam memilih kosmetik, harus mengikuti petunjuk BPOM yang disebut ‘KLIK’.
‘KLIK’ adalah singkatan dari K (Kemasan), produk kecantikan harus dilihat dari kemasannya. ‘L’ adalah label. Sedangkan ‘I’ adalah izin edar, dan ‘K’ adalah kadaluarsa.
Sasanti juga menyarankan, agar masyarakat membeli produk make up yang mendapat izin dari BPOM saja.
“Banyak tahap yang harus dilakukan untuk mendapat formula produk. Ada yang diracik. Jadi dokter spesialis kulit di skin care, memberikan resep tertentu untuk yang kulitnya bermasalah, alergi, sensitif saat tertentu,” ujarnya.
Untuk sampai bisa layak dijual ke masyarakat, sebuah produk kecantikan harus dilihat secara fabrikasi, stabilitas penyimpanan, kombinasi formulasi kosmetik, dan lain-lain.
Untuk mengetahui detil cara pembuatan kosmetik yang baik, dapat dilihat di situs resmi BPOM.
Selain itu, ia juga mengatakan ada beberapa bahan yang tidak boleh digunakan dalam kosmetik, semisal merkuri.
Sedangkan bahan lain semisal hidrokuinon, dapat digunakan tetapi terbatas. Bahan ini hanya bisa digunakan jika ada resep dokter.
“Daftar lengkap bahan yang tidak diperbolehkan dalam kosmetik, masyarakat pun bisa melihat di website BPOM,” ujarnya.
Selain dr Sasanti, sejumlah influencer juga turut hadir menjadi pemateri dan memeriahkan Beuaty Talk Calysta.
Di antaranya adalah Linda Kayhz, Ayu Indriati, dan Andira Hadley. Mereka membagikan pengalamannya menjadi influencer di bidang kecantikan.
Selain itu acara ini juga dihadiri Putri Indonesia Jawa Barat 2018, Tria Devita; Face of Calysta 2018, Rania Sukandari; dan dokter spesialis kulit, dr Yasmina Diah SpKK.
CEO Calysta, Yuli Yulianti, mengatakan bahwa Beauty Talk ini digelar untuk mengedukasi banyak orang yang masih awam tentang produk kecantikan dan cara menggunakan secara baik.
Ia juga ingin pelanggan lebih melek dan selektif dalam memilih produk kosmetik atau skin care. Sehingga dapat merawat kulit sendiri secara baik.
“Kami oke lah, bisnis, tapi enggak cuman bisnis, ada sisi edukasi, ingin menyebarkan informasi bagaimana memilih kosmetik yang aman, apa yang berbahaya buat kulit,” ujarnya.
Selain menggelar Beauty Talk, Calysta juga menggelar Beauty Class atau kelas kecantikan. Sebanyak 50 peserta mengikuti kelas tersebut untuk belajar mendandani diri sendiri.
Di akhir acara, Calysta juga meluncurkan produk terbarunya.
Produk pertama adalah CYskin yaitu pearl luminous essence dan hydrating rejuvenation essence.
Produk tersebut semacam serum pencerah untuk mencegah penuaan kulit.
Sedangkan produk kedua adalah CYX yaitu Satin Lip Cream dan BB Gold.
• Tak Ingin Tunda Punya Momongan, Ini Rencana Ammar Zoni dan Irish Bella Setelah Menikah
• VIDEO TANGGAPAN Ammar Zoni dan Irish Bella
• Saat Pemakaman Ibundanya, Aa Gym Sedang Umroh, Sampaikan Pesan Ini Melalui Telepon
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/beauty-talk-calysta.jpg)