Rabu, 29 April 2026

Ormas Manggala dan Pemuda Pancasila Sepakat Berdamai, Serahkan Proses Hukum pada Polisi

Kelompok masyarakat tersebut ialah Pemuda Pancasila Kota Bandung dan Ormas Manggala Garuda Putih Bandung.

Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Ravianto
istimewa
Kapolsek Astanaanyar Kompol Eko Listiono. 

Kemudian, kericuhan itu disbeut terjadi di kawasan Regol pada siang hari.

Sorenya, pukul 16.00 WIB bentrokan pun terjadi di Astanaanyar.

"Titiknya bukan di Astanaanyar, informasi yang kami peroleh, bahwa awalnya kericuhan terjadi di Braga, siangnya di Regol dan sore di wilayah Astanaanyar," kata Kompol Eko Listiono kepada wartawan Tribun Jabar.

 Dua Ormas Bersenjata Bentrok di Astanaanyar, Dua Warga Jadi Korban

Saat itu, disebut ada 12 orang membawa senjata tajam berkenda menggunakan sepeda motor.

Senjata tajam itu terdiri dari parang dan pisau.

"Informasinya ada 12 orang menggunakan sepeda motor membawa parang dan pisau panjang," ujarnya.

Kapolsek Astana Anyar, Kompol Eko Listiono
Kapolsek Astana Anyar, Kompol Eko Listiono (Tribun Jabar/ Daniel Andreand Damanik)

Berdasarkan keterangan saksi, ia menyebut orang-orang di sana terdengar berteriak-teriak.

Teriakan itu menanyakan orang yang merupakan anggota dari Ormas Manggala.

"Dari saksi yang kami mintai keterangan mengatakan bahwa, secara tiba-tiba sore tadi ada orang yang berteriak-teriak bertanya, mana orang Manggala, mana orang Manggala," ujarnya.

Bentrokan itu disebut terjadi tak terlalu lama.

Suasana pasca bentrokan kala itu pun disebut sudah kembali kondusif.

Namun, akibat kejadian itu, ada tiga korban yang memar dan luka-luka.

Dua korban yang merupakan warga adalah pasangan suami istri.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved