Ormas Manggala dan Pemuda Pancasila Sepakat Berdamai, Serahkan Proses Hukum pada Polisi
Kelompok masyarakat tersebut ialah Pemuda Pancasila Kota Bandung dan Ormas Manggala Garuda Putih Bandung.
Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Ravianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dua Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kota Bandung terlibat perseteruan pada Rabu (24/4/2019) siang hingga menjelang malam.
Kelompok masyarakat tersebut ialah Pemuda Pancasila Kota Bandung dan Ormas Manggala Garuda Putih Bandung.
Terdapat beberapa titik lokasi perkelahian di Kota Bandung, salah satunya di wilayah Pasar Astana Anyar Kota Bandung.
Kapolsek Astana Anyar Kompol EkoListiono membenarkan adanya bentrok tersebut.
Namun, bentrok massa tersebut berhasil diredam pihak Kepolisian melalui Kapolrestabes Bandung dan Dandim 0168/BS.
"Ini saya berikan video perdamaian antara kedua pihak ormas yang sempat berseteru," kata Kompol Eko Listiono, Kamis (25/4/2019).
Dalam video tersebut Ketua Ormas Manggala Garuda Putih Kota Bandung Deden Roni Juanda dan Ketua Pemuda Pancasila Kota Bandung Yayan Suherlan, menyatakan akan siap menciptkan Bandung kondusif.
"Kami sepakat akan menjaga Kota Bandung agar kondusif. Terkait kasus tersebut, kami serahkan kepada Kepolisian untuk diproses secara hukum. Kami juga mengatakan bahwa video yang beredar ialah hoaks," kata kedua pimpinan ormas tersebut dalam video tersebut.
Pada akhir tayangan video tersebut, kedua pimpinan ormas tersebut terlihat saling berangkulan dan berjabat tangan sembari mengucapkan Bandung kondusif berulang - ulang.
"Titiknya bukan di Astana Anyar, informasi yang kami peroleh, bahwa awalnya kericuhan terjadi di Braga, siangnya di Regol dan sore di wilayah Astana Anyar," kata Kompol Eko saat dihubungi Tribun Jabar, Rabu (24/4/2019).
"Informasinya ada 12 orang menggunakan sepeda motor membawa parang dan pisau panjang."
Di wilayah Astana Anyar, Kompol Eko mengatakan terdapat tiga orang korban.
Seorang merupakan anggota Ormas, dan dua orang lagi yang merupakan pasangan suami istri, adalah warga biasa (bukan anggota ormas).
Korban tersebut dikatakan Kapolsek Astana Anyar mengalami memar dan luka ringan.
Video Dua Pimpinan Ormas yang Bentrok di Bandung
Ada bentrokan sengit terjadi di Kota Bandung, Rabu (24/4/2019).
Puncak bentrokan itu terjadi di Astanaanyar yang menyebabkan seorang anggota ormas dan dua warga terluka.
Terkait kejadian tersebut, Ketua Ormas Manggala Garuda Putih Kota Bandung Deden Roni Juanda dan Ketua Pemuda Pancasila Kota Bandung Yayan Suherlan pun buka suara.
Video dari ketua dua ormas tersebut tersebar di media sosial, salah satunya akun youtube Agus Muhtar pada Rabu (24/4/2019), keduanya menyampaikan kesepakatan di
antara Ormas Manggala Garuda Putih dan Pemuda Pancasila.
Pertama, keduanya memastikan Kota Bandung akan tetap kondusif.
Kedua, mereka menyerahkan kasus bentrokan itu kepada pihak kepolisian.
Selain itu, Deden Roni dan Yayan Suherlan mengaku, foto-foto dan video yang beredar di media sosial terkait bentrokan dipastikan hoaks.
• Bentrok Antar-Ormas, Kapolsek Astana Anyar: Ada 12 Orang Pakai Motor Bawa Parang dan Pisau Panjang
Keduanya menyampaikan pesan ini secara bersama-sama dan kompak
Berikut ini penjelasan ketua Ormas Manggala Garuda Putih dan Pemuda Pancasila Kota Bandung.
"Saya atas nama H Deden Roni Juanda selaku ketua Ormas Mangga Garuda Putih Kota Bandung.
Saya nama Yayan Suherlan selaku ketua Pemuda Pancasila Kota Bandung.
Menyatakan sepakat dari Ormas Manggala Garuda Putih dan Ormas Pemuda Pancasila Kota Bandung akan menjaga Kota Bandung Kondusif
Dan kami dalam kasus ini akan serahkan kepada aparat kepolisian untuk proses secara hukum.
Dan video yang beredar adalah hoaks.
Saya pastikan sekali lagi, foto dan video yang beredar hoaks.
Terima kasih."
Kedua pimpinan ormas itu bersalaman dan cipika cipiki.
• 2 Ormas Bentrok di Astanaanyar Bandung, Belasan Orang Pakai Senjata Tajam, 3 Orang Jadi Korban
Lalu, keduanya mengangkat tangan mengacungkan jabatan tangan mereka sambil meneriakan, "Bandung aman kondusif".
Setelah itu mereka pun saling berangkulan.
"Pasca bentrok 24 april 2019, ketua umum dari ormas Manggala Dan Pemuda Pancasila akan menciptakan bandung kondusif," bunyi keterangan videonya.
Berikut ini videonya:
Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolsek Astanaanyar Kompol Eko Listiono menyatakan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, sebelum ada bentrokan disebut ada kericuhan di kawasan Braga.
Kemudian, kericuhan itu disbeut terjadi di kawasan Regol pada siang hari.
Sorenya, pukul 16.00 WIB bentrokan pun terjadi di Astanaanyar.
"Titiknya bukan di Astanaanyar, informasi yang kami peroleh, bahwa awalnya kericuhan terjadi di Braga, siangnya di Regol dan sore di wilayah Astanaanyar," kata Kompol Eko Listiono kepada wartawan Tribun Jabar.
• Dua Ormas Bersenjata Bentrok di Astanaanyar, Dua Warga Jadi Korban
Saat itu, disebut ada 12 orang membawa senjata tajam berkenda menggunakan sepeda motor.
Senjata tajam itu terdiri dari parang dan pisau.
"Informasinya ada 12 orang menggunakan sepeda motor membawa parang dan pisau panjang," ujarnya.
Berdasarkan keterangan saksi, ia menyebut orang-orang di sana terdengar berteriak-teriak.
Teriakan itu menanyakan orang yang merupakan anggota dari Ormas Manggala.
"Dari saksi yang kami mintai keterangan mengatakan bahwa, secara tiba-tiba sore tadi ada orang yang berteriak-teriak bertanya, mana orang Manggala, mana orang Manggala," ujarnya.
Bentrokan itu disebut terjadi tak terlalu lama.
Suasana pasca bentrokan kala itu pun disebut sudah kembali kondusif.
Namun, akibat kejadian itu, ada tiga korban yang memar dan luka-luka.
Dua korban yang merupakan warga adalah pasangan suami istri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/keracunan-anak-anak-di-astar.jpg)