Prabowo Subianto Duduk Sejajar AM Hendropriyono di Peringatan Ulang Tahun Kopassus ke-67
Selain Prabowo, mantan KSAD Jenderal (purn) Mulyono, Hendropriyono, mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo
Di tengah kehidupan rukun bersama keluarga kecilnya, tiba-tiba ada seorang utusan penting bertamu ke rumahnya, pada 1951.
Ia adalah Letnan Dua Aloysius Sugianto, dari Markas Besar Angkatan Darat.
Ia membawa mandat guna membujuk Idjon Djandi sebagai pelatih tunggal.
Idjon Djanbi diminta melatih komandi di pendidikan CIC II Cilendek, Bogor.
Tak mudah bagi Sugianto bernegosiasi dengan Idjon Djanbi.
Pasalnya, Idjon Djanbi sudah nyaman atas kehidupan yang tengah di jalaninya di pedesaan.
Namun, berkat kegigihan dan kesabaran Sugianto yang rela menginap dua hari dua malam, membuat Idjon Djanbi luluh.
Alhasil, Idjon Djanbi meluncur sebagai pengajar sipi selama tiga bulan.
Tak disangka, Idjon Djanbi justru kembali masuk ke dunia militer, bukan lagi warga sipil.
Pada 1 April 1952, ia resmi diangkat menjadi mayor infanteri TNI AD.
Ia mendapatkan tugas berat untuk melatih kader perwira dan bintara sebagai pasukan khusus.
Akhirnya pada 16 April 1952, secara resmi dibentuk Kesatuan Komando Teritorium Tentara III/Siliwangi di bawah pimpinan Mayor Inf Idjon Djanbi.
Tanggal tersebut menjadi tanggal 'keramat' sebagai hari jadi Kopassus.
Tentu, ditunjuknya Idjon Djanbi ini bukan keputusan asal-asalan.
Pasalnya, rekam jejak Idjon Djanbi tak bisa dianggap remeh. Sepak terjangnya di dunia militer sebelumnya, tak main-main.
Ia pernah menempuh pendidikan komando di Pantai Skotlandia yang tandus, dingin, dan tak berpenghuni.