HUT TNI AU

TNI AU Pernah Punya Pembom Paling Ditakuti di Dunia

Tupolev Tu-16 ini diterima 1 Juli 1961, pada tanggal itu pesawat besar buatan Uni Soviet itu mendarat di Bandara Kemayoran, Jakarta

TNI AU Pernah Punya Pembom Paling Ditakuti di Dunia
Wikipedia
Tu-16 Badger AURI

HARI ini 9 April 2019 adalah hari ulang tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) ke-23. Hingga hari ini menurut TNI AU adalah keluatan nomor satu di Asia Tenggara.

Modal awal TNI AU adalah pesawat-pesawat hasil rampasan dari tentara Jepang seperti jenis Cureng, Nishikoren, serta Hayabusha. Pesawat-pesawat inilah yang merupakan cikal bakal berdirinya TNI AU.

Setelah keputusan Konferensi Meja Bundar tahun 1949, TNI AU menerima beberapa aset Angkatan Udara Belanda meliputi pesawat terbang, hanggar, depo pemeliharaan, serta depot logistik lainnya. Beberapa jenis pesawat Belanda yang diambil alih antara lain pesawat angkut C-47 Dakota, pesawat pembom B-25 Mitchell, pesawat pemburu P-51 Mustang, pesawat latih tempur AT-6 Harvard, pesawat amphibi PBY-5 Catalina, dan pesawat angkut Lockheed L-12.

Selanjutnya TNI AU pun berkembang menjadi kekuatan paling ditakuti di kawasan bumi belahan selatan. Saat Indonesia berjuang untuk mengembalikan Irian (Papua) dari penjajah Belanda, TNI AU yang kala itu bernama Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) di bawah kepemimpinan Soekarno memiliki sederetan pesawat canggih pada masanya.

Di tahun 1960-1965, AURI memiliki jajaran pesawat pemburu dari Uni Soviet yaitu 20 unit supersonic Mikoyan Gurevich (MiG)-21 Fishbed, 10 unit supersonik MiG-19, 49 unit high subsonic MiG-17, dan 30 unit MiG-15.

Selain pesawat pemburu AURI juga memiliki pesawat pembom seperti pembom ringan Tupolev (TU)-2, satu skuadron ilyushin (Il)-28 "Beagle", dan yang paling ditakuti adalah pembom jarak jauh strategis TU 16 Badger. AURI memiliki 24 unit Tu-16 ini.

Pesawat pembom strategis Tupolev Tu-16 merupakan salah satu pesawat tempur pembom yang paling ditakuti di dunia saat itu. Tupolev TU-16 ini diterima 1 Juli 1961, pada tanggal itu pesawat besar buatan Uni Soviet itu mendarat di Bandara Kemayoran, Jakarta.

Pada 1961 itu, Indonesia menjadi negara keempat di dunia yang mengoperasikan jet pengebom berat strategis jarak jauh selain Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Soviet.

Seperti dilansir dari tni-au.mil.id, selain memiliki 12 Tu-16 versi bomber (Badger A) yang masuk dalam Skadron 41, AURI juga memiliki 12 Tu-16 KS-1 (Badger B) yang masuk dalam Skadron 42 Wing 003 Lanud Iswahyudi. 

Versi KS ini mampu membawa sepasang rudal anti kapal permukaan KS-1 (AS-1 Kennel). Rudal inilah yang ditakuti Belanda di Irian. Karena hantaman enam Kennel, mampu menenggelamkan kapal induk andalan Belanda saat itu, Karel Doorman ke dasar samudera. Sayangnya, hingga Irian Barat diselesaikan melalui PBB atas inisiatif pemerintah presiden AS. John F Kennedy, kapan induk Karel Doorman tidak pernah ditemukan Tu-16 AURI.

Tu-16 memiliki kemampuan jelajah hingga 7.200 km dengan kecepatan jelajah yang mencapai 1.050 km per jam serta memiliki kemampuan terbang hingga pada ketinggian 12.800 km. Kemampuan angkut muatan bomnya pun menakjubkan, yaitu seberat 9.000 kg.

Debut  pesawat Tu-16 ini pun sempat mewarnai beberapa peristiwa penting di Indonesia, hingga pada akhirnya pensiun gara-gara pergantian rezim dari Soekarno ke Soeharto pada 1967. (adityas/tribunnews/tni.mil.id)

Penulis: Adityas Annas Azhari
Editor: Adityas Annas Azhari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved