Warga Menolak Kolam Renang Berkleus Jadi Lokasi Uji Nyali, Lebih Baik Digali Sejarahnya

Warga menolak Kolam Renang Berkleus dipakai lokasi uji nyali. Lebih baik digali tentang sejarahnya.

Warga Menolak Kolam Renang Berkleus Jadi Lokasi Uji Nyali, Lebih Baik Digali Sejarahnya
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kepala Kemananan RW 04, Asep Nugraha di Kolam Renang Berglust. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Kolam Renang Berglust atau Berkleus yang berada di Jalan Sukimun, RT 1/4, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi disebut kerap dijadikan lokasi uji nyali untuk menggali hal mistis oleh warga dari luar Kota Cimahi.

Pasalnya, kolam renang peninggalan kolonial Belanda tersebut saat ini kondisinya sangat mengkhawatirkan karena sudah lama tidak terurus, sehingga lokasi tersebut memiliki kesan yang angker.

Kepala Keamanan RW 04, Asep Nugraha, mengatakan, apabila ada warga dari luar Kota Cimahi yang datang ke Kolam Renang Berkleus untuk sekedar menggali hal mistisnya sebaiknya tidak dilakukan karena meresahkan warga setempat.

"Waktu itu ada tim uji nyali yang ke sini untuk uji nyali seperti di acara televisi menggali hal mistisnya. Namun lebih baik mereka itu menggali tentang sejarahnya," ujarnya saat ditemui di Kolam Renang Berglust, Senin (7/4/2019).

Ia menambahkan, warga setempat menolak dan meminta agar Kolam Renang Berglust tersebut tidak lagi dijadikan tempat uji nyali, tapi harus dijadikan tempat yang bermanfaat bagi masyarakat seperti edukasi tentang bangunan bersejarah.

Kondisi Kolam Renang Berkleus di Baros, Cimahi.
Kondisi Kolam Renang Berkleus di Baros, Cimahi. (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Asep mengatakan, untuk sementara warga setempat akan mengurus kolam renang yang sudah ada sejak 1920 tersebut, agar masyarakat tidak menilai lokasinya mengandung hal mistis atau menyeramkan.

"Jadi sementara warga akan mengurus tempat ini, minimal bersih, tapi untuk ke depan status dan pengelolaannya bagaimana, saya serahkan ke pihak pemerintah," katanya.

Namun, kata dia, apabila nantinya kolam renang tersebut bisa diambil alih oleh pemerintah, warga setempat harus tetap dilibatkan dalam pengelolaannya karena lokasinya ada di wilayah mereka.

"Kami tidak ada niat untuk memiliki, untuk sekarang kami hanya mengurus saja tetapi untuk ke depan lebih baik warga bisa dilibatkan dalam pengelolaan," ucapnya.

Nasib Berkleus, Kolam Renang Bersejarah di Kota Cimahi yang Dibangun Tahun 1920-an

BREAKING NEWS, Kebakaran Melanda Bengkel, Toko Suvenir dan Salon di Jalan Sentral Cimahi

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved