Puluhan WNI Anggota ISIS Ingin Pulang, Termasuk Maryam Asal Bandung, Mereka Tinggal di Pengungsian

Di antara ribuan petempur asing ISIS, ditemukan puluhan Warga Negara Indonesia atau WNI.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Widia Lestari
AFP via Daily Mail
Seorang ibu berjalan sambil membawa tas koper dengan bayinya di atas, dan diikuti dua anaknya ketika meninggalkan Baghouz, kota di Suriah yang menjadi benteng terakhir ISIS. 

Perlu diketahui, diolah dari berbagai sumber, pada Sabtu 23 Maret, operasi militer yang berlangsung selama empat tahun untuk menggulingkan ISI di Irak dan Suriah berakhir.

Sejak tahun 2017, fase keruntuhan ISI sebenarnya sudah terlihat.

Saat itu, organisasi teroris ini terusir dari seluruh wilayah Irak dan Raqqa, ibu kota kekhalifahan ISIS.

Terdesak, Puluhan Anggota ISIS Keluar Terowongan dan Menyerah, Kemungkinan Masih Ada yang Sembunyi

Ribuan milisi ISIS pun, sepanjang 2018, mati-matian mempertahankan secuil wilayah di Provinsi Deir ez-Zor, kota terbesar di sebelah timur Suriah.

Singkat cerita, iring-iringan para kombatan serta anggota keluarga ISIS keluar dari Baghouz, sejak awal Februari 2019,

Menurut taksiran Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), ada sekitar 8.500 kombatan ISIS yang terkonsentrasi di Baghouz.

Perempuan maupun anak-anak anggota keluarga ISIS, dibawa ke kamp-kamp pengungsian.

Kamp pengungsian itu termasuk kamp Al-Hol, Provinsi Al-Hasakeh.

Dari Baghouz, mereka berjalan kaki 60-70 jam ke kamp itu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan melalui rilisnya pada 14 Maret lalu, ada sekitar 66.000-67.000 ribu pengungsi di kamp tersebut.

Padahal, kapasitas kamp itu hanya bisa menampung 10.000 orang.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved