Klarifikasi Resmi Nyoman Nuarta Pasca-Pementasan Teater Calon Arang di Bandung

‎Seniman Nyoman Nuarta memberikan klarifikasi resmi ihwal kegaduhan pasca-pementasan teater Calon Arang di Bandung pada Sabtu (23/3) di NSP

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Suasana pementasan teater Calon Arang yang digelar di NuArt Sclupture Park Bandung, Sabtu (23/3/2019). 

"Karya ini tidak melakukan riset yang mendalam mengenai tradisi Bali sekalipun cerita yang dibawakannya sangat kental dengan budaya ini. Beberapa simbol spiritual yang ditampilkan menunjukkan ketidakpahaman kelompok teater tersebut mengenai kebudayaan Bali,‎" ujar Nyoman.

Tidak hanya itu, kata Nyoman, para pemain melontarkan kelakar yang secara tendensius mencemooh beberapa pemimpin bangsa. Kalimat-kalimat di dalam pementasan ini secara vulgar menunjukkan kecenderungan terhadap ujaran kebencian.

"Merendahkan beberapa pemimpin bangsa, dan tidak memberikan inspirasi yang bernilai positif. Padahal sebuah kampanye damai seharusnya menyampaikan nilai-nilai positif, edukatif, dan jikapun disampaikan dalam bentuk komedi, tidak berupa olok-olok yang mendiskreditkan pihak tertentu. Kekecewaan terhadap isi pementasan ini memicu saya dan beberapa penonton lainnya untuk meninggalkan pertunjukan sebelum selesai," ujar Nyoman.

Pernyataan dari Teater Sendiri

Sementara itu pendiri Teater Sendiri Jakarta, A Nawir Hamzah pada 23 Maret menanggapi ihwal pesan berantai dari Nyoman yang berisi kekecewaan itu. ‎

Menurutnya, meski pemain teater Calon Arang melibatkan sejumlah jurnalis, namun pihaknya tidak berafiliasi dengan perusahaan media manapun.

"Baik itu Kompas TV, RTV, SCTV, MNC, atau kantor media manapuni terkait terutama tentang pementasan ini," ujar Nawar.

Menurutnya, Teater Calon Arang murni merupakan karya seni dengan tujuan kebebasan berekspresi yang menjunjung tinggi nilai perdamaian dan netralitas.

‎"Pementasan kami sepenuhnya bertujuan untuk menyuarakan pesan politik damai dan sama
sekali tidak mendukung kepentingan politik manapun," ujar dia.

Calon Arang sendiri merupakan karya sastra tentang cerita rakyat Bali.

Bagi sejumlah kalangan, Calon Arang dianggap merepresentasikan perlawanan kaum perempuan terhadap budaya patrilineal. (*)

Kenang 50 Syuhada di Selandia Baru, Relawan Ungkap Keharuan Usai Mengurusi Jenazah Korban Penembakan

Ustaz Abdul Somad Ungkap Soal Diberi Setumpuk Uang oleh Edy Rahmayadi, Lalu Dipakai untuk Ini

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved