Selasa, 7 April 2026

Makna 10 Motif Batik Khas Cirebon yang Didaftarkan HKI, dari Mega Mendung hingga Ceker Ayam

10 motif batik khas Cirebon tengah didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Komunal oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)

TRIBUN JABAR/AHMAD IMAM BAEHAQI
Pengunjung melihat koleksi batik khas Cirebon di showroom batik di Desa Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Minggu (24/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Sebanyak 10 motif batik khas Cirebon tengah didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Komunal oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cirebon.

Di antaranya, motif Mega Mendung, Patran Kembang, Taman Teratai, Lenggang Kangkung, Kapal Kandas, Ganggengan, Mataharian, Tebu Sekeret, Pring Sedapur, dan Ceker Ayam.

Kesepuluh motif batik itu mempunyai ciri khas dan makna masing-masing.

Berikut makna 10 motif batik khas Cirebon yang berhasil dirangkum Tribun Jabar berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Disperindag Kabupaten Cirebon, Deni Agustin.

1. Mega Mendung

Mega Mendung menjadi salah satu motif batik khas Cirebon yang paling terkenal.

Motif tersebut dinilai sederhana, namun memancarkan kesan elegan bagi yang mengenakannya.

Bahkan, mega mendung menjadi motif paling ikonik pada batik Cirebon.

"Mega mendung merupakan visualisasi dari bentuk awan yang diolah sehingga memiliki gaya tersendiri," kata Deni Agustin saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Minggu (24/3/2019).

Ia mengatakan, bentuk motif mega mendung dianggap paling menarik, terutama tata warna yang terdiri dari 5 hingga 7 lapis itu.

"Lima menunjukkan rukun Islam dan tujuh melambangkan langit yang dilewati Nabi Muhammad SAW saat Isra Mikraj," ujar Deni Agustin.

Disperindag Daftarkan 10 Motif Batik Khas Cirebon sebagai HKI Komunal

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming MasterChef Indonesia 2019 Season 5 di RCTI Pukul 15.30 WIB

2. Patran Kembang

Selain mega mendung, motif lain yang didaftarkan HKI ialah Patran Kembang.

Menurut Deni, Patran diartikan sebagai pola batik bermotif tumbuhan merambat.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved