Komisi XI DPR RI Meminta KPU dan Kemenlu Selesaikan Finalisasi DPT

DPR RI meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kementerian Luar Negeri untuk segera memfinalisasi daftar pemilih tetap (DPT) di luar negeri.

Komisi XI DPR RI Meminta KPU dan Kemenlu Selesaikan Finalisasi DPT
Tribunjabar/Mumu Mujahidin
Dede Yusuf 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, BANJARAN - DPR RI meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kementerian Luar Negeri untuk segera memfinalisasi daftar pemilih tetap (DPT) di luar negeri.

Pasalnya banyak WNI di luar negeri yang mengeluh belum menerima panggilan KPU, melalui media sosial.

Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf Macan Efendi, mengatakan bahwa proses pemungutan suara bagi WNI di luar negeri dilakukan satu pekan lebih awal, sebelum pelaksanaan di Indonesia.

Sehingga persiapan di luar negeri harus dilakukan lebih cepat dibanding di luar negeri.

"Banyak yang mengeluh di media sosial. Masih banyak yang belum mendapatkan panggilan, belum masuk DPT, juga kendala lapangan lainnya seperti jarak tempat tinggal ke KJRI yang membutuhkan biaya mahal untuk perjalanan," tutur Dede di Banjaran, Rabu (20/3/2019).

Ketua KPU Kota Cirebon Beberkan Jenis Logistik Pemilu 2019 yang Belum Diterimanya Hingga Hari Ini

Sempat Dikabarkan Hilang Ketika Mencari Kayu Bakar di Curug Sawer, Yayat Ditemukan Tewas

Sebagai warga negara Indonesia, pekerja migran yang berada di luar negeri, menurutnya, harus mendapat hak yang sama dalam memberikan hak pilihnya.

Oleh karena itu, politisi Partai Demokrat ini meminta kepada KPU dan Kementerian Luar Negeri untuk segera memfinalisasi DPT luar negeri. Apakah data base DPT di luar negeri sudah fiks atau belum.

"Karena masih bayak juga yang belum terdaftar. Masih ditelusuri, mudah-mudahan dalam waktu tidak lama lagi DPT di seluruh dunia sudah final," katanya.

Dede mengatakan, pekerja imigran asal Indonesia ini tersebar di seluruh dunia, namun sebagian besar WNI ini berada di Malaysia, Arab Saudi, dan Timur tengah. Namun keluhan WNI ini justru banyak dari WNI yang berada di Amerika Serikat dan Eropa.

"Tapi kebenarannya memang harus di-crosscheck kepada KPU dan Kemenlu," katanya.

Ahmad Heryawan dan Neneng Hasanah Yasin Bahas Proyek Meikarta di Rusia, Begini Pembicaraannya

Pupuk Mikroba Hasilkan Panen Tiga Kali Lipat, Ridwan Kamil Ingin akan Tinjau Langsung Hasilnya

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved