Mengenal Peringatan Sejit Kongco di Vihara Dharma Sukha di Cirebon

Satu per satu dari jemaat masuk ke dalam vihara dan meletakkan makanan yang mereka bawa di meja yang sudah disediakan.

Mengenal Peringatan Sejit Kongco di Vihara Dharma Sukha di Cirebon
siti masithoh/tribun jabar
Sejumlah umat sedang mengangkat HU pada tangannya saat beribadah memperingati Sejit Kongco di Vihara Dharma Sukha di Desa Weru Kidul, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jumat (8/3/2019). HU tersebut merupakan permintaan yang dikhususkan kepada rezeki. HU juga merupakan satu dari rangkaian ibadaj yang dilakukan saat Sejit Kongco 

Rangkaian kegiatan yang dilakukan mereka itu merupakan peringatan Sejit Kongco atau peringatan menyambut dewa datang ke bumi untuk memberikan keberkahan. Sejit Kongco ini juga bisa untuk menentukan umur dewa tertinggi di suatu vihara.

Dewa yang ada di vihara ini merupakan dewa dengan strata tertinggi di Cirebon, dan salah satu dengan strata tertinggi di Pulau Jawa. Nama dewanya Fuk The Ming Wang atau dewa yang telah diberi gelar, dewa ini adalah pemberi kelancaran rezeki.

Menurut Kusnadi, warga yang biasanya bersembahyang di sana untuk meminta keberkahan, tak heran jika jemaat vihara ini tidak pernah berkurang. Sebagian besar jemaatnya adalah warga Jakarta.

Fuk sendiri berarti keberuntungan, the artinya kebajikan, wang artinya raja, dan ming adalah nama kehormatan dewa tersebut.

Patung Dewa Fuk The Ming Wang itu diletakkan persis di tengah-tengah di ruangan pertama memasuki vihara. Di depannya sudah ada dupa, buah, dan beberapa makanan.

Kusnadi mengatakan, Dewa Fuk The Ming Wang tersebut lahir tahun 1134 SM. Dia merupakan perdana menteri yang dikenal sangat dermawan saat itu.

Kira-kira saat umurnya 40 tahun, dia sudah menjadi perdana menteri dan menjabatnya cukup lama hingga meninggal pada usia 102 tahun.

Semasa hidupnya, dikenal pula sebagai perdana menteri yang bijaksana dan sangat peduli terhadap rakyat. Dia selalu membuat aturan yang pro terhadap rakyatnya.

Setelah meninggal, posisinya digantikan oleh perdana menteri yang kejam dan tidak memihak kepada rakyat. Perdana menteri yang menggantikannya itu kejam dan akhirnya membuat rakyat sengsara.

Dari situlah, ada sebuah keluarga yang membuat pemujaan dari kenteng di depan rumahnya. Setiap hari, keluarga tersebut selalu meminta pertolongan kepada Dewa Fuk The Ming Wang.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved