Sekitar 5.000 Orang Pungut Sampah di Sepanjang Pantai di Kupang

Sekitar 5.000 orang memungut sampah di sepanjang pantai di Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT).

Sekitar 5.000 Orang Pungut Sampah di Sepanjang Pantai di Kupang
KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE
Aparat TNI sedang memungut sampah di sepanjang pantai di Kota Kupang, Selasa (5/3/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, KUPANG- Sekitar 5.000 orang memungut sampah di sepanjang pantai di Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT).

Ribuan orang yang memungut sampah di enam pantai di Kupang itu terdiri dari Aparatur Sipil Negara ( ASN) dan warga setempat.

Kegiatan memungut sampah di pantai itu diinisiasi oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam ( BBKSDA) NTT dan Pemerintah Provinsi NTT.

Kepala BBKSDA NTT Timbul Batubara mengatakan, kegiatan ini dilakukaan karena Kota Kupang, masuk dalam kategori darurat sampah.

"Ada enam titik pantai yang menjadi target kegiatan pembersihan tersebut," ucap Batubara di sela-sela kegiatan itu, Senin (4/2/2019).

Menurut Batubara, sekitar 2.500 aparatur sipil negara (ASN) yang ikut terlibat dalam kegiatan bersih sampah pantai itu.

Foto Terbaru Reino Barack dengan Syahrini, Mantan Luna Maya Itu Kini Berani Posting Pose Mesra

6 Fakta Kecelakaan Maut di Tol Cipali Tewaskan 5 Orang, Sopir Diduga Lelah & Baru Pulang Lamaran

"Bukan hanya itu, jika kita gabungkan dengan warga setempat, jumlah pesertanya bisa mencapai lebih dari 5.000 orang," ucap Batubara.

Aksi bersih sampah ini lanjut Batubara, melibatkan seluruh instansi di Kota Kupang mulai dari Pemprov NTT, TNI, dan Polri dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019 yang sudah diperingati pada tanggal 21 Februari 2019.

Menurut Batubara, lokasi pantai yang menjadi titik kegiatan pembersihan sampah itu adalah Pantai Fatubesi di Kelurahan Oeba, Pantai kota di belakang Hotel Sotis Kupang, Pantai Paradiso, Pantai Warna Warni Oesapa, dan Pantai Kelapa Lima.

"Pengambilan lokasi pantai untuk aksi bersih-bersih pantai ini karena wilayah pesisir pantai selalu menjadi lokasi berkumpulnya sampah-sampah plastik dari berbagai penjuru," kata Batubara.

Sampah plastik saat ini menjadi perhatian nasional dan internasional karena memiliki dampak negatif terhadap manusia dan satwa laut.

"Kami berharap aksi bersih-bersih pantai ini untuk mengurangi penilaian Kupang sebagai kota terkotor di Indonesia," tutupnya. (Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tim Gabungan Berjumlah 5.000 Orang Bersihkan Sampah di 6 Pantai Kupang"

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved