Munas NU di Banjar Usul Hapus Sebutan Kafir bagi Non-Muslim hingga Haramkan MLM

Dua di antara yang menonjol dari Munas NU di Banjar adalah usulan menghapus sebutan kafir bagi warga non-Muslim dan haramkan bisnis MLM

Munas NU di Banjar Usul Hapus Sebutan Kafir bagi Non-Muslim hingga Haramkan MLM
Tribun Jabar/Isep Heri Herdiansah
Munas NU 

“Dengan begitu, status mereka setara dengan warga negara yang lain,” katanya.

Pembahasan ini dihadiri Mustasyar PBNU Muhammad Machasin, Rais Am Syuriyah PBNU KH Miftahul Akhyar, Rais Syuriyah KH Masdar Farid Masudi, dan KH Subhan Ma’mun, Katib ‘Aam Syuriyah PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Katib KH Abdul Ghofur Maimun Zubair, dan H Asrorun Niam Sholeh, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, hingga Sekretaris Jenderal PBNU H Helmi Faishal Zaini.


Munas NU haramkan bisnis MLM 

Nahdlatul Ulama (NU) mensinyalir adanya pelanggaran terselubung yang berujung timbulnya korban dari bisnis multilevel marketing (MLM).

Dugaan pelanggaran ini terlihat di berbagai platform bisnis MLM, baik secara tatap muka maupun digital, serta yang legal maupun tidak.

Persoalan MLM ini dibahas dalam Komisi Bahtsul Masail Diniyah Waqi'iyah pada Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2019 di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019).

Komisi tersebut berfokus pada kasus-kasus aktual di masyarakat. "Hukum bisnis money game model MLM, baik menggunakan skema piramida atau matahari dan ponzi, adalah haram," kata pemimpin sidang komisi bathsul masail, Ustaz Asnawi Ridwan, melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis.

NU tegaskan akan teguhkan Islam Nusantara

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar NU Helmy Faishal Zaini mengatakan, dalam Munas dan Konbes kali ini, PBNU ingin kembali meneguhkan Islam Nusantara di masyarakat Indonesia.

Halaman
1234
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved