Sejumlah Negara Sudah Jalin Kerja Sama Terkait Koperasi dengan Ikopin

Yuanita Indriani, mengatakan, kerja sama yang telah terjalin tersebut, untuk wemujudkan koperasi sebagai ilmu dan belum diakui konsorsium keilmuan

Sejumlah Negara Sudah Jalin Kerja Sama Terkait Koperasi dengan Ikopin
TRIBUN JABAR/HAKIM BAIHAQI
Kampus Ikopin. Foto diambil Rabu (27/2/2019). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin), beberapa kali melakukan kerja sama dengan sejumlah negara dan beberapa daerah di Indonesia terkait pendidikan koperasi.

Beberapa negara yang telah melakukan kerja sama dengan Ikopin dalam bidang koperasi, di antaranya, Taiwan, Srilanka, Jepang, dan seluruh negara di Asia Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerja Sama, Yuanita Indriani, mengatakan, kerja sama yang telah terjalin tersebut yakni untuk wemujudkan koperasi sebagai ilmu dan belum diakui konsorsium keilmuan.

"Koperasi masih melekat dengan manajemen, belum diakui sebagai disiplin ilmu," kata Yuanita di Kampus Ikopin, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu (27/2/2019).

Ikopin dan Pemkot Imus City Filipina Jalin Kerja Sama, Ingin Dibantu Pengembangan Kopi Filipina

Yuanita mengatakan, bila koperasi menjadi disiplin ilmu, hal tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia sebagai pusat pembelajaran koperasi.

"Upaya ini tak lepas dari adanya International Co-operative Alliance (ICA), yang membantu Ikopin menjembatani kerjasama dengan negara luar," katanya.

Peneliti ICA, Heira Hardiyanti, mengatakan, peran dari ICA adalah menginisiasi kerjasama seluruh koperasi di dunia, salah satunya menghubungkan Ikopin dengan Kota Imus, Philipina.

Ikopin Getol Kerja Sama dengan Sejumlah Negara untuk Perkuat Pendidikan Koperasi

"Upaya kerja samanya yakni melalui pertukaran pelajar dan seminar internasional," kata Heira yang juga merupakan pengajar di Kampus Ikopin.

Heira mengatakan, koperasi bukanlah sesuatu yang baru, karena koperasi telah lahir saat revolusi industri di Inggris dan mulai dikenal secara global pada 1884.

"Hinggga 2012 sistem kapitalis telah menggurita di hampir seluruh penjuru dunia, maka dari itu peran koperasi harus dikenalkan, terutama di Indonesia," katanya.

Miljan Radovic Relakan Zola dan Billy Perkuat Timnas U-22, Diminta Fokus Dulu ke Tiimnas

BTP Ahok Buat Video Klarifikasi soal Hubungannya dengan Anak-anak dan Puput Nastiti Devi

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved