Rabu, 6 Mei 2026

Waspada Fenomena Supermoon Malam Ini, Pesisir Utara Jawa Barat Masuk Peringatan BMKG

Fenomena supermoon atau bulan punama super terjadi malam ini, Selasa (19/2/2019). Jawa Barat masuk wilayah yang masuk peringatan BMKG untuk waspada.

Tayang:
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Kisdiantoro
ireland-calling.com
Ilustrasi: Bulan purnama (Supermoon). 

TRIBUNJABAR.ID - Fenomena supermoon atau bulan punama super terjadi malam ini, Selasa (19/2/2019).

BMKG melalui akun Instagramnya meminta masyarakat untuk tidak hanya menikmati keindahannya saja.

BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada fenomena supermoon karena mempengaruhi pola pasang maksimum air laut di Indonesia.

Wilayah pesisir utara Jawa Barat masuk dalam peringatan BMKG.

Empat wilayan lainnya adalah pesisir utara Jakarta, pesisir utara Jawa Tengah, pesisir utara Jawa Timur, dan pesisir Kalimantan Barat.

Menurut BMKG, fenomena supermoon ini dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktifitas petani garam dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di Pelabuhan.

"Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari fenomena tersebut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," tulis akun Insagram BMKG.

Supermoon Terbesar Sepanjang 2019

Fenomena supermoon atau bulan purnama super nanti malam akan terasa berbeda lantaran menjadi supermoon terbesar sepanjang 2019.

Untuk diketahui, di tahun 2019 ini, ada tiga kali fenomena bulan purnama dalam 1 tahun yakni 31 Januari, 19 Februari ( supermoon ), dan Maret 2019.

Nah, fenomena supermoon atau bulan purnama super nanti malam disebut yang terbesar lantaran bulan akan berada di perigee terdekat dengan bumi.

Warga Jabar Bisa Lihat Supermoon Nanti Malam, Asal Tak Ada Hujan dan Awan Tebal

Berdasarkan keterangan Earthsky, supermoon terjadi lantaran bulan bergerak mengelilingi bumi dalam bentuk elips, bukan lingkaran.

Jarak antara bulan dan bumi dapat mencapai 356.375 kilometer pada titik terdekatnya atau yang dikenal dengan perigee.

Kira-kira, posisi bulan pada supermoon nanti malam akan berada dalam jarak 356,761 kilometer dari Bumi, begitu menurut Daily Express.

Pada saat supermoon itu, bulan akan tampak 30 persen lebih terang.

Sekitar 14 persen bentuk bulan saat supermoon juga akan lebih besar daripada biasanya.

Kendati demikian, kita belum tentu bisa melihat perbedaan dari supermoon ini saat melihat dengan mata telanjang.

Hanya dengan bantuan teropong atau teleskop lah bulan ini akan terlihat besar dan terang.

Bulan, dilansir Tribun Jabar dari BMKG, akan masuk di titik perigee (titik terdekat dari bumi) pada pukul 16.02 WIB.

Sementara puncak bulan purnama, akan terjadi pada pukul 22.53 WIB.

Disebut Super Snow Moon

Fenomena supermoon nanti malam ternyata disebut pula super snow moon.

Apa artinya? Menurut Bobo.Grid.Id, di berbagai belahan dunia, bulan purnama di bulan Februari memang disebut sebagai snow moon.

Bukan tanpa alasan sebutan itu muncul, ternyata para petani zaman dahulu yang menyebutnya snow moon.

Pasalnya, di Februari, beberapa bagian di dunia cuacanya sedang sangat dingin dan bersalju.

Di tahun ini, bulan purnama snow moon akan bertepatan dengan fenomena supermoon.

Makanya dinamai super snow moon.

Apa bedanya super snow moon dengan super blood wolf moon?

Bedanya, saat super snow moon, bulan tidak akan berubah warna jadi kemerahan.

Kendati demikian, cahaya dari bulan akan sangat terang karena merupakan bulan purnama.

7 Wilayah Indonesia Masuk Peringatan Dini BMKG, akan Tedampak Gerhana Bulan dan Supermoon

Kata BMKG

BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada saat supermoon terjadi, terutama warga yang tinggal di pesisir pantai.

Dilansir dari Tribunnews.com, BMKG mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap pasang maksimum air laut yang terjadi.

Fenomena supermoon ternyata bisa memengaruhi pola pasang maksimum air laut di Indonesia.

Hal ini senada dengan keterangan di Earthsky yang menyebutkan fenomena supermoon dapat memicu air pasang yang cukup tinggi.

Air pasang jadi cukup tinggi lantaran disebabkan oleh matahari, bumi, dan bulan hampir sejajar sempurna.

Pola pasang maksimum air laut di Indonesia yang terpengaruh, terutama berada di wilayah pesisir utara Jakarta, pesisir utara Jawa Barat, pesisir utara Jawa Tengah, pesisir utara Jawa Timur, dan pesisir Kalimantan Barat.

Kata BMKG, pasang maksimum air laut ini dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir.

Selain itu, aktivitas petani garam dan perikanan darat serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan juga terganggu.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved