Kasus DBD di Ciamis Naik 9 Kali Lipat, Warga Diimbau Rutin Cek Dispenser dan Kulkas

setidaknya ada 63 warga Ciamis yang terpaksa dirawat di rumah sakit dan puskesmas karena terjangkit demam berdarah dengue (DBD).

Penulis: Andri M Dani | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Pasien demam berdarah dangue (DBD) di Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) Soreang Kabupaten Bandung tengah diperiksa kondisi tubuhnya oleh perawat, Jumat (25/1/2019). 

Misalnya dengan langkah 3 M plus (menguras, menutup, menimbun) barang-barang bekas yang mungkin jadi tempat genangan air. Genangan air jernih tempat yang potensi bagi nyamuk untuk berkembang biak.

"Manfaatkanlah barang-barang bekas daripada jadi sarang nyamuk. Botol bekas, kaleng bekas, ban bekas, tempurung, batok kelapa muda dan lainnya," ujarnya.

Tempat yang digemari nyamuk untuk bersarang adalah daerah yang lembab, gelap kurang cahaya, kurang sinar matahari, seperti tempat yang banyak rumput belukar dan pohon teduh.

Terlebih juga pakaian yang digantung. Setiap hari nyamuk keluyuran mencari mangsa baik di dalam maupun di luar rumah, kantor, sekolah, gedung dan lainnya dengan radius terbang rata-rata sejauh 200 meter.

5 Buah yang Disarankan Dikonsumsi Penderita DBD Saat Masa Pemulihan

3 Tahun Terakhir, Kasus Deman Berdarah di Kota Cirebon Turun Drastis, Ini Cara Dinkes Cegah DBD

Wadah-wadah yang disukai nyamuk untuk bertelur hingga tumbuh jadi jentik dan nyamuk dewasa, seperti tempat minum sangkar burung, kandang ayam, wadah penampung tetesan air pada dispenser dan belakang kulkas.

Genangan air di jung pipa AC. Genangan air pada ujung pagar bamboo. Bahkan juga sela tangkai daun talas maupun daun pisang. Rumus yang umum jangan lupa menguras bak mandi dan wadah air secara rutin.  

“Jangan membiarkan air tergenang di wadah penampungan tetesan air dispenser. Kita sering lupa membiarkan air tergenang di wadah di dispenser tersebut,” kata H Pendi.

Di Ciamis kata H Pendi, tidak ada kader jumantik. Karena peneliti maupun yang mengecek ada jentik atau tidaknya jentik di lingkungan rumah adalah anggota keluarga masing-masing yang mendiami rumah tersebut.

“Di Ciamis jumantik itu adalah anggota keluarga yang ada di rumah masing-masing. Jadi di Ciamis tidak akan ada kader jumantik yang dipukuli penghuni rumah karena memeriksa jentik nyamuk,” katanya. (*) 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved