Gerakan Hejo Garut: Berstatus Cagar Alam Saja Rusak, Kini Kamojang dan Papandayan Malah Jadi TWA
Perubahan status Kamojang dan Papandayan dari Cagar Alam (CA) jadi Taman Wisata Alam (TWA) masih jadi perhatian dan sorotan para aktivis lingkungan
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Perubahan status Kamojang dan Papandayan dari Cagar Alam (CA) menjadi Taman Wisata Alam (TWA) terus menjadi perhatian dan sorotan para aktivis Lingkungan di Garut.
Upaya tersebut bisa menjadi cara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk cuci tangan atas kerusakan yang terjadi.
"Hutan dan sumber daya alam di Garut sudah gagal dilindungi. Sekarang malah diubah menjadi TWA," ucap Ketua Gerakan Hejo Garut, Ratno Suratno, Selasa (29/1).
Menurut Ratno, dalam UU nomor 5 tahun 1990 ada sembilan kegiatan yang dilarang di kawasan BKSDA. Di antaranya perburuan, aksesibilitas, bertani, memanfaatkan sumber air, mencari madu, mengumpulkan jamur, rekreasi, mencari kayu bakar serta menggembala dan mencari makan ternak.
"Semua larangan itu untuk menjaga kelestarian alam. Tapi karena diubah, malah bisa merusak," katanya.
Ia melihat dua industri di bidang panas bumi, yakni Star Energy dan Pertamina Geothermal Energy memberi peran besar kepada kerusakan CA Papandayan dan Kamojang.
Ratno mengingatkan, kawasan Papandayan dan Kamojang menjadi kawasan strategis untuk dilindungi dengan status CA. Kawasan tersebut saat ini menjadi tempat berlindung tiga tipe vegetasi.
"Ada vegetasi kawah, hutan campuran dan padang rumput. Selain itu, kawasan tersebut juga menjadi habitat dari elang jawa yang hampir punah, lutung serta 16 jenis burung," ujarnya.
Di kawasan itu, juga menjadi hulu tiga sungai besar di Jawa Barat yaitu Cimanuk, Citarum dan Ciwulan. Menurutnya, sangat wajar jika terjadi penolakan.
"Fakta di lapangan kerusakan yang terjadi sangat sporadis. Kerusakan ini juga menjadi penyebab banjir bandang Cimanuk 2016 lalu,” katanya. (firman wijaksana)
• Maskapai Penerbangan Ramai Hapus Layanan Bagasi Gratis, DPR RI Desak Kemenhub Tunda Kebijakan Itu
• Gian Zola dan Kawan-kawan Akan Tantang Bhayangkara FC dan Arema FC
Andi Arief Tuding PSI Dalang Tabloid Indonesia Barokah, Tsamara: Mau Dikirimi Kebohongan Award Lagi? https://t.co/pxJHZaOKNU
— Tribun Jabar (@tribunjabar) January 29, 2019
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gunung-papandayan.jpg)