Ini Alasan Ridwan Kamil Mendesain Masjid di Gaza, Teringat Wasiat Bapak
Ini alasan Ridwan Kamil mendesain masjid di Gaza. Teringat wasiat bapaknya.
Penulis: Theofilus Richard | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Rencananya sebuah masjid besar Indonesia pertama akan di bangun di Kota Gaza, Palestina, pada Agustus 2019.
Masjid yang berlokasi lima kilometer dari pusat Kota Gaza itu didesain oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil mengatakan ia mendesain masjid atas dasar komitmen pribadinya.
“Saya, kan, pendidikannya arsitektur dan itu tidak hilang walaupun saya punya jabatan sementara semisal gubernur atau wali kota. Jadi itu (mendesain masjid) bagian komitmen saya secara pribadi. Kebetulan ketika komitmen disampaikan saya sedang menjabat (jadi) gubernur,” ujar Ridwan Kamil dalam peluncuran ‘Desain Masjid Terbesar Indonesia Pertama di Gaza Palestina’, di Masjid Salman ITB, Bandung, Minggu (27/1/2019).
Pria yang akrab disapa Emil menambahkan, komitmen untuk terus mendesain masjid tidak akan berhenti meski jabatan sebagai gubernur sudah selesai.
Emil mengatakan ada cerita pribadi yang tidak bisa ia lupakan dalam hal membangun masjid.
Ia bercerita sejak kecil, sang ayah selalu mengajaknya dalam proses pembangunan masjid.
“Ayah saya ketua pembangunan masjid di Cigadung dan ketua DKM. Dari kecil digigiwing mengurus semen, belanja ke mana-mana dan sebagainya,” ucap Ridwan Kamil
“Wasiat ayah saya, sampai kapan pun jangan pernah berhenti membangun masjid,” ujar Ridwan Kamil.
Emil mengaku ia sudah lama mendesain masjid di berbagai daerah dan negara.
Ia mengatakan sudah lebih dari 30 masjid yang ia desain. Terbaru, Ridwan Kamil mendesain masjid di Lombok.
“Yang besar ada di Masjid Raya Sulsel yang ada 99 kubah, kemudian Masjid Raya Jawa Barat bersama Pak Aher dulu kami inisiatifkan, masjid di Kota Baru Parahyangan, masjid di Spanyol, dan Gaza,” ujar Ridwan Kamil menyontohkan beberapa masjid yang ia desain.
Desain masjid yang ia bangun di Kota Gaza, kata Ridwan Kamil, ada beberapa opsi.
Menurutnya, sedikit kesulitan kala mendesain masjid di luar negeri adalah harus disesuaikan dengan kultur setempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pelelangan-kaos-berdesain-bendera-palestina.jpg)