Waspada DBD

Selama Januari 2019, Ada 10 Kasus DBD di Kabupaten Cirebon, Terus Turun Sejak 2015

Meski demikian, menurutnya, kasus DBD di Kabupaten Cirebon sudah mengalami penurunan setiap tahunnya.

Penulis: Siti Masithoh | Editor: Tarsisius Sutomonaio
DOKUMENTASI KOMPAS
Waspada Nyamuk Demam Berdarah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Cirebon mengalami penurunan sejak tahun 2015 .

Pada musim penghujan seperti saat ini, agar tidak terkena penyakit berbahaya itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon meminta agar masyarakat tetap melakukan gerakan 3M.

Gerakan 3M yang dimaksud yakni, menutup, menguras, dan mengubur objek-objek siklus nyamuk. Sebab, gerakan ini dinilai mampu menghindari serangan penyakit DBD yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana, menyampaikan, di minggu ketiga Januari 2019, pihaknya mencatat ada 10 kasus DBD yang tersebar di beberapa wilayah.

Meski demikian, menurutnya, kasus DBD di Kabupaten Cirebon sudah mengalami penurunan setiap tahunnya.

Kasus DBD Marak, Dinkes Kota Cimahi Kebanjiran Permintaan Fogging

18 Orang Menderita Demam Berdarah, Dinkes KBB Akan Edarkan Surat Kewaspadaan

Pada 2015 ada 1.247 kasus, pada 2016 ada 1.877 kasus, kemudian pada 2017 turun drastis sebesar 70 persen yaitu hanya 274 kasus.

"Tahun 2018 turun lagi menjadi 215 kasus dan sampai Januari minggu ketiga ini ada 10 kasus. Jadi kalau kasus DBD alhamdulillah di Kabupaten Cirebon terus mengalami penurunan setiap tahunnya," katanya saat ditemui di Dinkes Kabupaten Cirebon, Selasa (22/1/2019).

Ia menambahkan, korban DBD di Kabupaten Cirebon kebanyakan kelompok usia di bawah 10 tahun. Karena di usia ini, daya tahan tubuh manusia masih rentan.

"Alhamdulillah korban meninggal dunia tidak ada, mudah-mudahan tidak ada ya. Cukup 10 saja, jangan banyak-banyak," ucapnya.

Dalam pencegahan penyakit DBD ini, Dinkes telah berupaya dengan menggalakkan juri pemantau jentik (jumantik) sejak tiga tahun terakhir ini.

Upaya itu pun, ucapnya, sangat efektif dan terbukti mampu menurunkan kasus DBD di Kabupaten Cirebon secara drastis.

Jumantik tersebut ada satu orang untuk setiap satu puskesmas di kecamatan. Mereka bertugas membasmi dan menangkap nyamuk penyebab DBD.

Ia mengaku, untuk tahun 2019, titik mana saja yang menjadi endemis DBD belum diketahui. Sebab harus melalui penelitian terlebih dahulu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved