Sabtu, 11 April 2026

Debat Pilpres 2019 vs Debat Pilpres 2014, Mana yang Lebih Baik? Ini Kata Pengamat Politik

Beberapa pihak menyebut Debat Pilpres 2019 perdana yang berlangsung Kamis (17/1/2019), kurang seru

Penulis: Theofilus Richard | Editor: Ichsan
instagram/rabowo & Kompas.com
Jokowi dan Prabowo Subianto saat debat perdana Pilpres 2019, Kamis (17/1/2019) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Beberapa pihak menyebut Debat Pilpres 2019 perdana yang berlangsung Kamis (17/1/2019), kurang seru dan belum dapat dijadikan patokan pertimbangan masyarakat untuk memilih capres mana yang lebih baik.

Jika membandingkan Debat Pilpres 2019 dengan Debat Pilpres 2014, manakah yang lebih baik?

Menurut pengamat politik dari FISIP Universitas Parahyangan, Prof Dr Asep Warlan Yusuf, Debat Pilpres 2014 lebih baik secara substansi.

“Waktu itu dua-duanya baru, masih belum ada sindir menyindir, mengarah pribadi, semua subtansi. Karena mereka (capres) baru dua-duanya,” ujarnya ketika dihubungi Tribun Jabar, Jumat (18/1/2019).

Pada Pilpres 2014, kedua kubu baik Jokowi atau Prabowo, sama-sama sebagai pihak di luar pemerintah yang belum mengetahui detil jalannya pemerintahan.

Saat itu, keduanya sama-sama menyampaikan argumen mengenai program mereka dalam berbagai bidang.

“Paska SBY, mereka (Jokowi dan Prabowo) tidak tahu pemerintah sebenarnya. Sekarang Jokowi sebagai petahana seharusnya bertahan, Prabowo menyerang. Ini malah Jokowi menyerang Prabowo yang belum jadi presiden, jadi terbalik porsinya,” ujarnya.

Menjelang Lawan Persiwa Wamena, Skuat Persib Bandung Tingkatkan Latihan Fisik, Ini yang Digenjot

Seharusnya, kata Asep Warlan, dalam debat, kubu petahana menyampaikan keberhasilan dalam empat tahun terakhir.

Kemudian, Prabowo sebagai lawan, harusnya menyerang dengan menyampaikan kesalahan yang dilakukan Jokowi sebagai petahana dalam menjalankan berbagai program pemerintah.

Itulah yang membedakan petahana dan penantang dalam debat.

Tetapi, menurut Asep Warlan, keduanya tidak memberikan porsi yang diharapkan.

Asep Warlan menilai, Debat Pilpres 2019 perdana kurang memuaskan dan tidak bisa menjadi parameter masyarakat mempertimbangkan pilihan pada Pilpres 2019 yang berlangsung 17 April 2019.

“Waktu Debat Pilpres 2014 mereka masih baru, saya beri nilai 8-9. Tapi debat sekarang, 6,5 sampai 7, kurang puas masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berharap format debat selanjutnya dapat berbeda.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved