Dedi Mulyadi Ungkap Pesan Budaya di Balik Fenomena Nurhadi-Aldo
Kehadiran pasangan capres-cawapres imajiner, Nurhadi-Aldo, ini dianggap memecah ketegangan polarisasi dukungan.
Penulis: Haryanto | Editor: Dedy Herdiana
Ini penting dalam rangka menjaga hubungan antar warga bangsa.
“Pilpres dan Pileg 2019 tidak akan tegang kalau muncul Nurhadi-Aldo yang lain. Jadi, linimasa sosial media kita tidak dipenuhi dengan debat kusir, tapi mari kita penuhi dengan kebahagiaan. Semua pihak harus mau menurunkan tensi dan mendinginkan suasana. Kita bergandeng tangan demi rakyat,” ujarnya.
Lebih jauh, dirinya menampik jika fans Nurhadi-Aldo di dunia maya merupakan golongan putih.
Dedi memiliki logika sebaliknya, dia menilai mereka sebagai pendukung cerdas dan jernih dalam melihat situasi kekinian.
Cara mereka memandang permasalahan publik pun menjadi perhatian mantan Bupati Purwakarta tersebut.
Objektivitasnya kata dia, patut menjadi pertimbangan.
Pasalnya, cara pandang mereka sudah terlepas dari semangat suka dan tidak suka terhadap salah satu pasangan capres-cawapres.
“Justru mereka itu partisipatif dan kita tidak bisa mengatakan bahwa mereka ini golongan putih. Cara mereka melontarkan komentar itu kan cerdas, diksinya tidak dihiasi dengan semangat suka atau tidak suka terhadap salah satu kubu. Mereka clear dalam berpendapat,” katanya. (*)
• Bantah Prabowo, Timses Jokowi Sampaikan Besaran Gaji Dokter
• Pengamat Politik Prediksi Debat Soal HAM Tidak Sentuh Persoalan Pribadi Capres-cawapres
• Bebi Silvana & Opick Terbang ke Malaysia untuk Jenguk Ustaz Arifin Ilham, Tapi Ada yang Janggal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ketua-tim-pemenangan-jokowi-maruf-jawa-barat-dedi-mulyadi-senyum.jpg)