Legiman Sang Pengemis Rp 1 Miliar, Tunjukkan Buku Rekap Harian Mengemis dan Rumah Kontrakan
Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Pati, Udhi Harsilo Nugroho membawa Legiman ke kantor Satpol PP untuk didata.
Jarak dari rumah kontrakan Legiman ke Alun-alun sekitar 8 kilometer. Jika siang atau sore kadang adiknya mengantar lagi Legiman ke rumah kontrakan itu.
Keterangan Legiman
Setelah memperoleh keterangan dari Sundari, Tribunjateng.com segera mengunjungi rumah kontrakan yang ditinggali Legiman. Dari jendela, tampak sosok Legiman, dengan bertelanjang dada, tengah makan sembari menonton televisi.
Tiga kali ketukan pintu dan satu kali ucapan salam belum cukup untuk memancing perhatian Legiman.
Ia tetap asyik menyantap nasi sambil menonton televisi. Ketika Tribunjateng.com mengulangi ketukan pintu dan ucapan salam, barulah ia menoleh, membukakan pintu, dan mempersilakan masuk.
Rumah yang ditinggali Legiman tergolong sederhana. Di ruangan tempat ia menjamu Tribunjateng.com, antara lain terdapat dispenser, galon air mineral, kipas angin duduk, televisi tabung, dan kardus bekas mie instan berisi lembar-lembar uang dua ribuan dan kertas-kertas sobekan buku tulis.
Kesan ramah dan ceria tampak dari cara Legiman menyambut Tribunjateng.com. Ia mematikan televisi, kemudian menunjukkan bahwa ia tengah makan dan meminum minuman berwarna merah muda.
Namun, Legiman memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi. Ia gagu . Tribunjateng.com sedikit kesulitan memahami perkataannya. Namun, ada beberapa keterangan dari Legiman yang berhasil terhimpun.
Legiman juga memiliki keterbatasan fisik. Ia berjalan terpincang-pincang dan tangan kanannya yang tampak lebih kecil dari tangan kirinya selalu terlipat di depan dada.
Ketika Tribunjateng.com menyebut “Satpol PP”, Legiman sontak merespons, “Adikku.… Adikku….”
Ia lalu mengambil ponsel dari kamarnya, menawari untuk meneleponkan sang adik. Namun, Tribunjateng.com menolak tawaran Legiman secara halus. Legiman kemudian menunjukkan nomor ponsel adikknya. Tertulis “Rebih” di sana.
Kemudian, tanpa diminta, Legiman menunjukkan sebuah buku tulis yang lembar demi lembarnya penuh bertuliskan angka-angka.
“Itung… itung. Adikku itung,” ucapnya yang dapat ditangkap Tribunjateng.com.
Pengamatan Tribunjateng.com, buku tersebut bertuliskan nominal-nominal uang. Ketika halaman-halamannya dibalik, terdapat empat lembar kartu berwarna merah muda.
Keempat kartu tersebut merupakan kartu bukti pinjaman yang dikeluarkan satu Koperasi Simpan Pinjam yang beralamat di Tayu, Pati. Keempat kartu tersebut bertuliskan empat nama yang berbeda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pengemis-kaya.jpg)