BNP2TKI Buru Perempuan Asal Ciamis yang Diduga Jadi Calo Perdagangan Manusia
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, Rahmat Mahmuda mengatakan, BNP2TKI tengah memburu agen yang membawa Susi.
Penulis: Isep Heri Herdiansah | Editor: Yongky Yulius
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Susi Susilawati, Warga Kecamatan Cibeurem, Kota Tasikmalaya yang diduga korban dari sindikat penjualan manusia berhasil ditemukan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).
Saat ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, Rahmat Mahmuda mengatakan, BNP2TKI tengah memburu agen yang membawa Susi.
"Saat ini agen penyalur identitasnya sudah dikantongi, ini ada dugaan human trafficking," kata Rahmat Mahmuda saat ditemui di ruangannya, Jalan Siliwangi, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Rabu (16/1/2019).
Petugas, lanjutnya, juga tengah menelusuri identitas perusahaan penyalur tenaga kerja ilegal yang diduga merupakan sindikat internasional.
Sejauh ini, sosok yang baru diketahui petugas adalah Yani Suryani warga Kabupaten Ciamis yang diduga sebagai calo pencari korban.
"Yang bersangkutan masih dalam pencarian karena kemarin saat penjemputan ibu Susi di penampungan di Bekasi, perempuan yang dikenal sebagai Ani tidak berada di sana," ujarnya.
Informasi terakhir, BNP2TKI akan mengembangkan kasus dan mencari sindikat perdagangan manusia tersebut.
Saat dilakukan penjemputan di Bekasi, Susi tidak sendiri ternyata ada korban lain berasal dari Lampung.
Guna mendapatkan informasi yang mendalam mengenai sosok Ani dan jaringannya, petugas mengumpulkan informasi dari sejumlah korban.
• Bermodalkan Foto, Petugas Temukan Warga Tasikmalaya yang Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia
"Ada korban lain asal Tasikmalaya yang diminta keterangan mengenai dugaan ini, yakni yang pernah dibawa Ani ke Malaysia dan melarikan diri," tutur Rahmat.
Melalui beberapa pernyataan saksi, dirinya dijualbelikan dari agen ke agen.
Melalui kesaksiannya, petugas mengetahui bahwa Ani sudah lama bergerak dalam bisnis tak manusiawi tersebut.
"Ani ini katanya, lebih dari 10 tahun terjun di dunia itu, Ani merupakan mantan TKI. Saat ini BNP2TKI masih melakukan pendalaman. Keberadaan Ani saat ini belum diketahui," ujarnya.
Ada dugaan, selama ini Ani tidak bekerja sendiri karena berdasarkan informasi korban jaringannya menyalurkan TKI ke Malaysia, Taiwan, Hongkong dan Singapura.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/perdagangan-manusia-penjualan-manusia.jpg)