Pria Ini Ciptakan Paranti Composter, Mesin yang Ubah Sampah Jadi Kompos dalam Waktu 24 Jam

Cara kerja paranti composter yakni sampah organik dimasukkan ke dalam mesin untuk dihancurkan, lalu setelah hancur, sampah didiamkan untuk pengomposan

Pria Ini Ciptakan Paranti Composter, Mesin yang Ubah Sampah Jadi Kompos dalam Waktu 24 Jam
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Chondjaruddin Ahmad Wirasendjaja saat menunjukkan paranti composter saat peresmian PT Paranti Alam Sejahtera di Kompleks Mas Cipageran, Kota Cimahi, Selasa (15/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI- Berawal dari keprihatinan atas masalah lingkungan hidup seperti semakin besarnya volume sampah rumah tangga, Chondjaruddin Ahmad Wirasendjaja, menciptakan mesin pengolahan sampah yang diberi nama paranti composter.

Kata 'paranti' diambil dari bahasa Sunda yang artinya tempat khusus atau tempat yang ditentukan untuk sesuatu lalu kata 'composter' kata bahasa Inggris yang artinya alat pembuat kompos.

Mesin yang bahannya didominasi almunium ini berukuran sekitar 80 cmx 40 cm sedangkan didalamnya terdapat mesin pencacah layaknya pisau blender.

Cara kerja paranti composter yakni sampah organik dimasukkan ke dalam mesin untuk dihancurkan, lalu setelah hancur, sampah didiamkan untuk proses pengomposan.

Proses pengomposan itu hanya membutuhkan waktu sekitar 24 jam, lalu kompos dikeringkan di dalam mesin selama beberapa menit. Setelah kering, kompos dimasukkan ke container di bawahnya dan siap diambil untuk digunakan.

Butuh 2 Pekan untuk Membersihkan Lautan Sampah di Kali Pisang Batu Bekasi, Alat Berat pun Dikerahkan

"Cara kerja mesin ini sederhana, jadi mesin ini punya alat pencacah untuk mengecilkan sampah sehingga mudah untuk dibusukkan. Pembusukannya oleh bakteri, selama 24 jam bakteri ini akan membusukan sampah," ujarnya usai peresmian PT Paranti Alam Sejahtera di Kompleks Mas Cipageran, Kota Cimahi, Selasa (15/1/2019).

Dalam proses pembuatan mesin tersebut, ia berusaha untuk membuat paranti composter dengan waktu pengomposan hanya dengan waktu 24 jam. Sebab, kata dia, kalau pengomposannya lama alat yang lain juga sudah banyak.

"Selain itu sampah yang dihasilkan dari rumah tangga ada setiap hari. Kalau misalkan pengomposan dalam mesin itu butuh waktu lima hari kan enggak mungkin ibu-ibu masaknya lima hari satu kali," ujarnya.

Mesin ini juga, lanjutnya, sudah dilengkapi dengan mesin pengering sehingga bisa menghasilkan kompos yang kering dan tidak menjijikan sehingga sampah yang sudah diolah bisa langsung digunakan sebagai kompos.

Halaman
12
Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved