Kamis, 23 April 2026

Angin Puting Beliung Juga Terjang Lamongan, Puluhan Rumah Rusak, Satu Mobil Tertimpa Pohon

Puluhan rumah mengalami kerusakan pada atap akibat tersapu angin puting beliung di dua desa di Kecamatan Glagah, Lamongan, Jawa Timur, pada Sabtu.

Editor: Yongky Yulius
Istimewa.
Puluhan rumah mengalami kerusakan pada atap akibat tersapu angin puting beliung di dua desa di Kecamatan Glagah, Lamongan, Jawa Timur, pada Sabtu (12/1/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, LAMONGAN - Puluhan rumah mengalami kerusakan pada atap akibat tersapu angin puting beliung di dua desa di Kecamatan Glagah, Lamongan, Jawa Timur, pada Sabtu (12/1/2019).

Ada sekitar 15 rumah yang atap gentingnya disapu angin puting beliung, banyak juga yang mengalami kerusakan kanopi. Juga banyak pohon yang tumbang, bahkan tiang listrik.

Total ada 23 rumah yang rusak akibat angin puting beliung tersebut.

"Ini hanya atap rumah yang rontok disapu angin (puting beliung)," ungkap Khoirul, warga desa Margoanyar, Kecamatan Glagah, Sabtu (12/01/2019), seperti dikutip dari Tribun Jatim.

Selain merusak puluhan rumah, Puskesmas Kecamatan Glagah juga terkena dampaknya.

Genting Puskesmas rontok dan jatuh hingga menjebol plafon sejumlah ruangan.

Untungnya dalam musibah ini tidak ada korban jiwa dari para pengunjung Puskesmas, termasuk luka ringan akibat kejatuhan genting atau plafon.

"Kebetulan pasiennya sepi, ada pasien dirawat inap di ruang kelas I," ujar staf Promosi Kesehatan Puskesmas Glagah Rifai, seperti dikutip dari Tribun Jatim.

Ini Potensi Bencana di Jabar Menurut BPBD, Mulai dari Angin Puting Beliung, Gempa, hingga Tsunami

Tak hanya itu, angin puting beliung juga menyapu pelaminan pengantin hingga porak poranda.

Beruntung, saat kejadian, acara hajatan sudah selesai sehingga tidak ada korban jiwa.

"Ini tadi resepsinya sudah selesai. Jadi enggak sampai ada korban undangan," kata Kharis, warga yang menyelenggarakan hajatan.

Merusak KUD

Data BPBD Lamongan menyebutkan, ada satu bangunan yang roboh rata dengan tanah, yakni Gudang KUD Mina Lestari di wilayah Desa Glagah.

Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan Muslimin mengatakan satu bangunan rata dengan tanah yakni KUD dengan luas bangunan 20 meter x 10 meter.

"Kalau KUD itu bangunannya sudah usia tua," ujar Muslimin.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved