Ternyata Jalan Riau Menyimpan Sejarah Panjang, Begini Ceritanya
Satu di antara tempat bersejarah dan pernah menjadi tempat aktivitas kelompok elit Eropa adalah di Jalan Riau (Riouwstraat) yang kini bernama Jalan L.
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kota Bandung menjadi satu di antara kota di Indonesia yang pernah dikuasai pemerintahan kolonial Belanda.
Kota Bandung dibangun secara resmi pada masa pemerintahan Kolonial Hindia Belanda, pada abad ke-19.
Kota ini berdiri atas dasar kebijakan Bupati Bandung saat itu, yakni R.A. Wiranatakusumah II, setelah mendapat perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu, Herman Willem Daendels.
Beberapa wilayah dan jalan di Bandung menjadi tempat berkumpul kelompok elit Eropa untuk beraktivitas.
Satu di antara tempat bersejarah dan pernah menjadi tempat aktivitas kelompok elit Eropa adalah di Riouwstraat yang kini bernama Jalan L.L.R.E Martadinata atau Jalan Riau.
Penggiat Sejarah Kota Bandung, Iwan Hermawan (41), menjelaskan bahwa pada jaman dulu, Jalan Riau dibangun menjadi sebuah perumahan elit untuk orang-orang Eropa.
"Berawal dari pembangunan itu, Jalan Riau menjadi kawasan kegiatan bangsa eropa atau disebut Europese Zakenwijk," ujar Iwan Hermawan kepada Tribun Jabar, di Bandung, Sabtu (5/1/2019).
• Tak Ada Titik Temu Antar Tim Kampanye, KPU Batal Fasilitasi Sosialisasi Visi Misi Capres Cawapres
• Doa Amein Rais untuk Jokowi-Maruf Amin yang Kenakan Koko Putih, Pokoknya Jokowi Kalah
Penampang wilayah Jalan Riau dapat dilihat membelah jalur pemukiman tua, mulai dari ujung Jalan Wastukencana sampai jalan Ahmad Yani.
Menurut Iwan, selain menjadi tempat beraktivitas orang-orang Eropa, kawasan jalan Riau itu pun merupakan tempat Konsulat Inggris pernah berdiri.
Hal itu bisa tampak dari peninggalan beberapa taman yang ada semisal Taman Pramuka dan Lapangan Supratman (sekarang Taman Persib).
Saat penjajahan dilanjutkan Jepang, orang-orang Eropa yang bermukim di Jalan Riau tersebut pun ditawan.
"Mereka ditempatkan di camp Internir (lokasi penawanan orang Eropa), yang ada di kawasan Taman Pramuka dan Supratman," terangnya.
Ketika pergantian kekuasaan, dari Pemerintah Kolonial Belanda ke Pemerintah Jepang, terjadi berapa perubahan di Jalan Riau.
Hal itu tampak dari sejumlah struktur bangunan di kawasan tersebut dibuat benteng dan pos penjagaan tentara Jepang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/jalan-riau.jpg)