Tsunami di Selat Sunda
Ifan Seventeen Sudah Tertindih Atap Panggung Saat Tsunami, Hampir Nyerah Terombang-ambing di Laut
Saat tsunami Selat Sunda itu menerjang, Ifan Seventeen tertindih atap panggung. Kemudian, terombang-ambing di tengah laut dan hampir menyerah.
Penulis: Widia Lestari | Editor: Ravianto
Namun, setelah beberapa menit, teriakan korban-korban lain yang saling menenggelamkan itu senyap.
Ifan Seventeen melihat mereka sudah kehilangan nyawa.
• Saat Ifan Seventeen Kalut dan Kebingungan Cari Dylan Sahara, 2 Sosok Ini Muncul Tawarkan Bantuan
"Saya terapung-apung di laut hampir dua jam, itu juga udah hampir nyerah," kata Ifan Seventeen.
Ia berusaha mati-matian menuju daratan.
"Saya sendiri alhamdulillah masih selamat, paling cuma luka-luka," kata Ifan Seventeen.

Setibanya di tepi pantai, Ifan Seventeen bergegas mencari keluarganya juga keluarga Seventeen.
Namun, Ifan Seventeen harus menerima kenyataan pahit.
Ia menemukan jenazah Bani dan road manajer, Oki.
Keduanya ditemukan meninggal dalam keadaan terjepit.
"Mas Oki dan Mas Bani dalam keadaan terjepit, tapi saat itu sudah disingkirin warga. Evakuasinya lambat karena banyak jalan terputus dan mati lampu, gelap, dan hujan deras," ujarnya.
Ifan Seventeen melihat dampak dari bencana itu sangat parah.
"Mobil-mobil di cottage di vila pecah kena tembok. Tembok-tembok juga terbelah karena air, jadi kuat sekali," kata Ifan Seventeen.
Setelah tsunami Selat Sunda, Ifan Seventeen pun tak berhenti mencari istri, Dylan Sahara dan rekannya, Andi yang hilang.
Namun, kini Ifan Seventeen sudah ikhlas.
Setelah tiga hari, Dylan Sahara dan Andi ditemukan dalam keadaan sudah meninggal.