Breaking News:

Ada Wartawan Pemilih Fiktif, Ajang Ballon d Or 2018 Terindikasi Kebohongan

Ajang penghargaan pemain sepak bola bergengsi, Ballon d'Or 2018 terindikasi kebohongan dengan adanya pemilih fiktif.

(AFP/BEN STANSALL)
Gelandang Real Madrid dan Timnas Kroasia, Luka Modric, terpilih sebagai Pemain Terbaik Dunia pada acara penganugerahan The Best FIFA Football Awards di London, 24 September 2018. 

TRIBUNJABAR.ID - Ajang penghargaan pemain sepak bola bergengsi, Ballon d Or 2018 terindikasi kebohongan dengan adanya pemilih fiktif.

Dilansir dari Marca, bek kiri Barcelona, Jordi Alba menyebut bahwa ajang Ballon d Or 2018 adalah sebuah kebohongan.

Jordi Alba menyatakan bahwa seharusnya Lionel Messi-lah yang seharusnya memenangi gelar Ballon d Or 2018 tersebut, bukan Luka Modric.

"Ballon d Or 2018 adalah sebuah kebohongan, Leo (Lionel Messi) adalah yang terbaik di dunia selama 12-14 tahun terakhir, dia yang terbaik sejauh ini," ucap Jordi Alba.

"Ada banyak tahun yang bagus untuk pemain yang tampil bagus dan layak mendapat pengakuan, tetapi penghargaan ini untuk pemain individu terbaik bukan karena memenangkan gelar bersama tim," ucap dia lagi.

Lionel Messi Unggul, Hasil Voting Ballon dOr 2018 Versi Pembaca Dihapus

Namun, siapa sangka prasangka Jordi Alba itu dapat menjadi sebuah kebenaran.

Pasalnya, terdapat salah satu bukti yang memperkuat dugaan ajang Ballon d Or 2018 adalah rekasaya atau settingan.

Dilansir dari BolaStylo.com bukti itu adalah munculnya kasus wartawan fiktif dari sebuah media yang disebut telah tutup.

Negara Comoros, sebuah kepulauan di timur benua Afrika, diwakili oleh jurnalis bernama Abdou Boina dari media Albaladcomores.com.

Ternyata Abdou Boina hanyalah mitos belaka dan bukan orang asli, seperti yang diungkapkan mantan fotografer Albaladcomores.com, Toimimou Abdou.

Halaman
12
Editor: Yongky Yulius
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved