Setelah Gedebage dan Cieunteung, Nanti akan Dibangun 5 Danau Lagi di Baleendah dan Dayeuhkolot
Selain di Gedebage dan Cieunteung yang tengah dibangun, lima danau retensi lainnya rencananya akan dibangun di Baleendah dan Dayeuhkolot.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sedikitnya dibutuhkan tujuh danau retensi di sekitar Sungai Citarum untuk mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan Bandung selatan. Selain di Gedebage dan Cieunteung yang tengah dibangun, lima danau retensi lainnya rencananya akan dibangun di Baleendah dan Dayeuhkolot.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWS Citarum), Bob Arthur Lombogia, mengatakan konsultan tengah melakukan feasibility study (FS) untuk menentukan lokasi yang tepat untuk dijadikan danau retensi lainnya.
"Kolam retensi akan ditempatkan di daerah Dayeuhkolot dan Baleendah karena potensi-potensi yang dipunyainya secara topografi, kemudian dipilih itu mana-mana saja yang dapat kita buat kolam," kata Bob seusai menghadiri Upacara Hari Bakti Ke-73 Pekerjaan Umum di Gedung Sate, Senin (3/12/2018).
Danau-danau retensi, katanya, akan dibuat di daerah yang memiliki tingkat elevasi yang rendah dan dibuat di dekat kawasan yang sering tergenang banjir. Dengan demikian, saat banjir terjadi, air dapat dengan cepat masuk ke kolam retensi dan langsung dipompa ke Citarum.
"Rencananya ada tujuh titik kolam retensi. Lahannya harus dibebaskan dulu. Sementara jika sudah ada lokasi-lokasi yang dipilih, segera dibebaskan," katanya.
Selama ini terdapat dua danau retensi yang tengah dibangun, yakni di Cieunteung dan Gedebage. Proses pembangunan danau retensi Cieunteung, katanya, sudah mencapai 97 persen dan siap digunakan pada akhir 2019 untuk mengatasi banjir.
• Cerita Ajat Sudrajat yang Dihadang Satu Kelompok Motor di Cimahi, Tangan Kirinya Luka Disabet Pedang
Bob mengatakan jikapun sudah beroperasi, danau retensi Cieunteung ini tidak serta merta mengatasi banjir secara keseluruhan. Masih banyak yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah DAS Citarum tersebut, mulai pembenahan kawasan hulu sampai hilirnya.
"Ada empat pompa di Cieunteung kapasitas 12,5 meter kubik air per detik yang bisa dioperasikan. Bisa membuang terus air dari Dayeuhkolot, sehingga air yang tergenang dia akan berkurang dan cepat surut," katanya.
Penyelesaian danau retensi di Gedebage dan Cieunteung ini, katanya, dikebut untuk selesai akhir 2019. Danau retensi Gedebage ini akan menjadi dasar untuk Masjid Al Jabbar.
"Kalau Rancaekek masih terkendala pembebasan lahan. Kita perjuangkan dan akhirnya dari Jakarta turun anggaran untuk pembebasan lahan di Upper Citarum," katanya.
Deretan Artis Tanah Air yang Mengikuti Reuni Akbar 212, dari Kiwil hingga Irwansyah https://t.co/MhFu8DJ1BV via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) December 2, 2018
Untuk mengatasi banjir di Rancaekek, katanya, sedang dilakukan normalisasi Sungai Cimande, Cikijing, dan Cikeruh, yang masih berlanjut sampai 2019. Untuk membebaskan lahan di Upper Citarum dan tiga sungai di Rancaekek tersebut, pihaknya mendapat anggaran Rp 110 miliar.
Ular King Kobra Di Kapuas Disebut Tak Pindah Tempat Selama 4 Tahun, Panji Petualang Berpendapat Lain https://t.co/G0inxHZPPJ via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) December 2, 2018
"Kedua, ada tambahan Rp 108 miliar untuk Floodway Cisangkuy, besok kita bayar. Kalau sudah bayar, akan cepat itu Cisangkuy. Kalau sudah bayar, pasti pembangunan akan cepat. Kita upayakan cepat karena penanganan banjirnya belum terlihat. Jadi kalau masih ada genangan banjir, kami mohon maklum kepada masyarakat," katanya.
Selain proyek di Rancaekek, Gedebage, Cieunteung, dan Cisangkuy, BBWS Citarum pun tengah membangun terowongan air di sekitar Curug Jompong. Rencananya proyek ini selesai 2019.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pembangunan-kolam-retensi-cieunteung-selasa-13112018.jpg)