Minggu, 10 Mei 2026

Kondisi Petobo Saat Ini, Tercium Bau Menyengat Hingga Tersaji Pemandangan Mengerikan

Petobo menjadi satu daerah terdampak gempa bumi yang paling parah. Bau bangkai tercium begitu tiba di Petobo.

Tayang:
Penulis: Theofilus Richard | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Theofilus Richard
Pemandangan di Petobo. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, PALU - Satu di antara tujuan Tribun Jabar dan ACT, Jumat (30/11/2018), di Palu adalah mengunjungi Petobo.

Petobo menjadi satu di antara daerah terdampak gempa bumi yang paling parah.

Di sini juga, warga melihat likuefaksi dengan mata kepala sendiri.

Untuk menuju daerah tersebut, mobil yang ditumpangi rombongan media harus parkir beberapa meter dari lokasi yang ditimpa likuefaksi.

Petobo, di Kota Palu, daerah yang terdampak likuefaksi.
Petobo, di Kota Palu, daerah yang terdampak likuefaksi. (Tribun Jabar/Theofilus Richard)

Di tengah perjalanan dari parkiran mobil ke lokasi likuefaksi tercium bau bangkai yang membuat tidak nyaman.

Pemandangan pertama yang terlihat adalah mobil yang hancur dan posisinya tak beraturan.

Bahkan ada mobil yang seakan tertanam di atas tanah, karena posisinya berdiri dan bagian kap mesin masuk ke dalam tanah.

Saat Tribun Jabar kembali berjalan beberapa meter ke depan, pemandangan mengerikan terlihat.

Situasi di Petobo saat ini, foto diambil Jumat (30/11/2018).
Situasi di Petobo saat ini, foto diambil Jumat (30/11/2018). (Tribun Jabar/Theofilus Richard)

Tanah yang sebelumnya rata dan datar, menjadi bergelombang tidak beraturan.

Tanah ini pun menjadi gersang.

Cuaca panas Palu yang bersuhu sekira 30 derajat Celcius semakin panas karena tidak pohon atau tempat berteduh.

Terlihat juga bangunan rumah yang sudah hancur dan terlihat miring.

Menurut cerita warga, saat likuefaksi terjadi tanah terbuka, kemudian lumpur muncul ke atas.

Petobo, daerah yang terdampak likuefaksi.
Petobo, daerah yang terdampak likuefaksi. (Tribun Jabar/Theofilus Richard)

Rumah-rumah seakan ditelan masuk ke dalam tanah, lalu dimuntahkan lagi ke atas.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved