Dua Oknum Wartawan Peras Kepala Sekolah SMPN 1 Pakenjeng, Sempat Ungkit Masalah PIP
Dua oknum wartawan memeras kepala sekolah SMPN 1 Pakenjeng, Kabupaten Garut.
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Dua oknum wartawan memeras kepala sekolah SMPN 1 Pakenjeng, Kabupaten Garut.
Kepala SMPN 1 Pakenjeng, Suryana diminta sejumlah uang oleh dua oknum wartawan tersebut, setelah mereka mengungkit masalah Program Indonesia Pintar (PIP).
"Jadi Pak Suryana ini ditekan masalah PIP. Padahal tidak ada masalah di PIP ini," ujar Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah ( MKKS) SMP Kabupaten Garut, Yusuf Satria di Polsek Garut Kota, Jumat (23/11/2018)
Kedua oknum wartawan yang menyebut dari media Tipikor itu sudah 10 kali menemui Suryana.
Namun Suryana terus membantah jika ada masalah dari pencairan PIP.
Selama ini uang PIP di SMPN 1 Pakenjeng langsung ditransfer pemerintah ke rekening siswa.
Orang tua pun langsung mengambil uang itu.
Pihak sekolah sama sekali tak mengetahui uang PIP yang diterima siswa.
"Tapi oknum ini bersikeras kalau ada permasalahan. Padahal sudah diklarifikasi. Makanya kami dari MKKS fasilitasi oknum itu dan pak Suryana untuk bertemu. Tadi ketemu di rumah saya (Ciledug, Garut Kota)," katanya.
• Perseteruan Pelatih Myanmar dan Pelatih Vietnam di Piala AFF 2018 Berlanjut di Luar Lapangan
• Menjelang Persib Bandung vs Perseru Serui, Mario Gomez: Tidak Ada Lagi Perrmainan Buruk
Yusuf menyebut, setelah diberi klarifikasi kedua oknum itu malah tak terima.
Ujungnya mereka meminta uang sebesar Rp 3 juta.
Uang itu untuk membeli 200 eksemplar koran.
"Pak Suryana bawa uang pribadi, tapi Rp 2,5 juta. Mereka tetap minta Rp 3 juta. Akhirnya karena memeras, kami laporkan saja ke polisi," ucapnya.
Sebagai wartawan yang menjalankan profesinya, Yusuf menyebut tak akan sampai melakukan pemerasan.
Apalagi tata krama kedua oknum itu seperti seorang preman.
"Mereka tidak punya etika. Kalau wartawan yang benar kami mengerti. Tapi mereka ini gayanya seperti preman," katanya.
Kedua oknum wartawan itu akhirnya ditangkap petugas kepolisian.
Mereka pun masih menjalani pemeriksaan dengan tuduhan pemerasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kepsek-smpn-1-pakenjeng-lapor-polisi-karena-diperas-oknum-wartawan.jpg)