Game Edukasi Sejarah Buatan Mahasiswa STTB Ini Ceritakan Gunung Bohong
Melihat potensi di industri game, tiga mahasiswa ini membuat game edukasi tentang Gunung Bohong yang ada di Kota Cimahi.
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Saat ini gadget atau gawai bisa saja dimiliki bahkan digunakan oleh semua umur dan kalangan.
Gawai juga sudah digunakan anak-anak di tingkat sekolah dasar bahkan taman kanak-kanak.
Melihat hal itu, tiga mahasiswa ini mencoba memberikan solusi agar penggunaan gawai oleh anak-anak tingkat SD dapat menghindari hal negatif.
Mereka merupakan mahasiswa jurusan Teknik Informatika semester 5 di Sekolah Tinggi Teknologi Bandung, yaitu Roni Setiawan (21), Ilman Wahyu (24), dan Ilman Niar Latif (21).
Mereka membuat game berbasis edukasi dengan memperkenalkan sejarah yang ada di kawasan Kota Cimahi atau lebih tepatnya sejarah tentang Gunung Bohong.
"Kami ingin mengenalkan edukasi sejarah melalui game ini, khususnya untuk anak SD sekarang suka main gadget, jadi bisa menyampaikan ilmu kepada mereka agar game ada nilai yang didapat, selain sekadar bermain game," ujar ketiganya, saat ditemui Tribun Jabar di Kampus STTB Jalan Soekarno-Hatta,Kota Bandung, Rabu (7/11/2018).
Ilman Wahyu mengatakan, mereka ingin membuat game berbasis edukasi mengenalkan sejarah bukan hanya mengenalkan sejarah secara lokal saja, tapi juga sejarah beberapa daerah di Indonesia.
Game mini yang mereka kembangkan itu berupa simulasi dengan beberapa fitur visual interaktif.
Semisal memilih gambar random, memilih gambar yang sesuai, seperti puzzle, mini game, berhitung, dan sebagainya.
Dalam game tersebut terdapat fungsi untuk melatih ketajaman mata, ketelitian, konsentrasi, melatih daya ingat, menambah pengetahuan umum, berikut sejarah, dan lain sebagainya.
Selain merasa prihatin dengan kondisi anak-anak yang kerap bermain gawai, mereka juga melihat potensi game tengah berkembang pesat menjadi satu di antara sektor ekonomi kreatif di Indonesia.
"Potensi sekarang lebih mudah, Play Store menyediakan lahan, zamannya cukup bagus untuk memulai usaha game ini," ujar Ilman Wahyu.
Ilman beserta kedua temannya itu berencana akan mengembangkan game yang mereka buat dan memasangnya di Play Store.
Namun, Ilman mengatakan mereka mengalami kendala pada regulasi pemerintah yang menurutnya belum sepenuhnya mempermudah akses pengembangannya.
• Mahasiswa Unikom Ciptakan Alat Deteksi Kecelakaan & Antisipasi Tindak Kejahatan Saat Berlalu Lintas
• Muslimapp, Aplikasi untuk Menunjang Ibadah Harian Umat Muslim, Gratis Lho
"Kami masih sulit di regulasi dengan pemerintah, semisal tertahan di bea cukai, tapi kalau bentuknya software masih mudah, tapi kalau dalam bentuk console di Indonesia masih mendapatkan kesulitan," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/mahasiswa-sttb-pembuat-game.jpg)