Kamis, 28 Mei 2026

Baksos Javaretro

Rumah Singgah dan Javaretro Gelar Pengobatan Gratis untuk Tuna Netra dan Anak Jalanan

Rumah Singgah yang khusus ditujukan bagi tuna netra dan anak jalanan (anjal) di Bandung ini menggelar bakti sosial pada Sabtu (10/11/2018)

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Ichsan
tribunjabar/kemal setia permana
Pengelola Rumah Singgah dan Perhimpunan Alumni Dokter Maranatha (Padma) di sela bakti sosial di Rumah Singgah, Jalan Hercules 76-78, Cipedes, Kota Bandung, Sabtu (10/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Rumah Singgah yang khusus ditujukan bagi tuna netra dan anak jalanan (anjal) menggelar bakti sosial pada Sabtu (10/11/2018).

Baksos yang dilakukan Rumah Singgah kali ini dilakukan dengan menggandeng Perhimpunan Alumni Dokter Maranatha (Padma).

Baksos yang digelar adalah cek kesehatan dan pengobatan gatis. Hal ini sebagai bentuk pelayanan, pendidikan dan pengabdian masyarakat bagi seorang dokter, yang sangat diperlukan.

Kaum Difabel dan Anjal Butuh Tempat Nginap, Bisa Datang ke Rumah Singgah Ini dan Ada Makan Gratis

Pemuka Lintas Agama Bersatu di Javaretro Hotel & Suite

Menurut Pengelola Rumah Singgah yang juga sebagai Ketua Yayasan Kebhinekaan Kesatuan Jiwa Raga Kami ( YKKJRK) yang juga owner Javaretro Suite Hotel, Petrus Adamsantosa, baksos digelar di Rumah Singgah kaum anjal dan tuna netra Jalan Hercules No.76-78, Cepedes, Bandung.

Menurut Petrus, pihaknya akan terus melakukan baksos sebagai kegiatan rutin dalam setiap bulannya. Pihaknya sengaja menggandeng Padma untuk menggelar baksos cek kesehatan dan pengobatan gatis.

“Baksos ini telah kami lakukan sebanyak tiga kali ditempat yang sama. Bahkan kami akan membuat kegiatan ini rutin setiap bulan. Hal tersebut kami lakukan sebagai bentuk sosial untuk membantu kaum difabel dan anjal atau mereka yang kurang mampu,” katanya.

Longsor di Naringgul, Dinas Bina Marga Jabar Kirim Alat Berat Geser Material Longsor

Dalam baksos ini, kata Petrus, jumlah peserta yang terlibat cukup banyak yakni 75 orang dan setiap bulannya selalu bertambah.

Selain cek kesehatan dan pemberian obat gatis hingga satu bulan ke depan, kata Petrus, pihaknya juga siap melakukan rekam medis bila diperlukan.

“Kami akan terus memberikan perhatian bagi mereka, kebutuhan kesehatannya biar kami yang memerhatikannya. Sementara bila mereka mempunyai rezeki, diharapkan agar ditabung untuk kebutuhan dan keperluan anak mereka kedepan, seperti biaya pendidikan dan kehidupan sehari-hari,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana dari Padma, dr Adrian Suhendra SpPK Mkes, menjelaskan pihaknya sangat meyambut baik kegiatan baksos yang digelar Rumah Singgah.

Menurut dia, pihaknya bersama para alumni dokter mempunyai tugas yang tak hanya bisnis semata, namun memberikan pelayanan, pendidikan dan pengabdian bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Dalam bakti sosial ini, kami akan memberikan obat bagi pasien hingga satu bulan bila itu diperlukan sesuai dengan pertimbangan dokter. Kalau di baksos-baksos lain, biasanya hanya diberikan obat hanya tiga sampai tujuh hari saja. Berbeda dengan kegiatan ini, karena baksos ini sifatnya rutin dalam setiap bulannya dengan pasien yang hampir sama bahkan dapat bertambah,” jelasnya.

Adrian mengaku pihaknya memiliki tujuan yang sama dengan pengelola Rumah Singgah yakni memberikan keringan pengobatan bagi masyarakat yang kurang mampu, kaum anjal dan tuna netra.

Ini membuat Padma dengan senang hati memberikan tenaga dan waktunya untuk kegiatan sosial sebagai bentuk rasa empati bagi mereka yang kurang mampu.

“Saat memasuki pendidikan karier sebagai dokter kami telah disumpah. Jadi hal ini, juga merupakan kewajiban kami memberikan pengabdian masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab sebagai dokter,” tuturnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved