Warga Menolak Rencana Penutupan Perlintasan Kereta Api Ilegal di Padasuka Cimahi, Ini Alasannya

Warga Kampung Cisangkan, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi menolak rencana penutupan perlintasan sebidang ilegal.

Warga Menolak Rencana Penutupan Perlintasan Kereta Api Ilegal di Padasuka Cimahi, Ini Alasannya
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Ilustrasi perlintasan kereta api sebidang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Warga Kampung Cisangkan, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi menolak rencana penutupan perlintasan sebidang ilegal yang akan dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Cimahi dan PT KAI.

Rencana ditututupnya perlintasan sebidang yang akses masuknya melalui Jalan Usman Dhomiri menuju Jalan Pondok Dustira menuju Warung Contong dilakukan karena membahayakan pengendara yang melintas.

Namun, warga setempat menolak karena perlintasan tersebut merupakan jalur aktif dan menjadi pilihan utama pengendara.

Dinilai Membahayakan Perjalanan Kereta Api, Dishub Cimahi akan Tutup Perlintasan Sebidang Ilegal

"Kami menolak penutupan perlintasan ini, karena dari dulu ini memang jalur aktif," ujar Deni (37), warga Kampung Cisangkan, saat ditemui di perlintasan sebidang Cisangkan, Rabu (24/10/2018).

Ia menjamin pengendara yang lewat akan aman dari ancaman bahaya kereta yang melintas.

Pasalnya, perlintasan itu dijaga oleh warga lain termasuk dirinya.

Sudah Ada Flyover Padasuka, Warga Lebih Pilih Lintasi Perlintasan Kereta Api Ilegal

"Pasti aman, karena ada yang jaga, berbeda dengan perlintasan lain, tidak ada yang jaga, jadi risiko tertabrak kereta itu besar," ujarnya.

Menurutnya, jika perlintasan ilegal tersebut berbahaya, pengendara pasti tidak akan ada yang melewati perlintasan tersebut.

Disinggung soal banyaknya kejadian warga tewas tersambar atau tertabrak kereta, ia mengatakan kejadian tersebut jarang terjadi di perlintasan yang dijaganya karena selalu waspada ketika kereta melintas.

Banyak Jalur Kereta Dekat Permukiman Warga, KAI Larang Masyarakat Beraktivitas di Jalur Perlintasan

"Kalau ada juga paling korban yang terseret sampai ke sini, jadi kesannya perlintasan ini bahaya," katanya.

Sebelumnya, Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung Joni Martinus mengatakan, total perlintasan tidak resmi di wilayah PT KAI Daop II Bandung terdapat 361, sementara di Kota Cimahi hanya ada dua, yakni di perlintasan Padasuka Kampung Cisangkan dan Cigugur.

"Selama perlintasan tersebut dinilai membahayakan perjalanan kereta api maka PT KAI tentu akan tetap mendorong agar perlintasan tidak resmi itu tetap ditutup," ujar Joni

Namun kata dia, kewenangan penutupan perlintasan tersebut untuk di kabupaten atau kota ada pada bupati atau walikota maupun dinas perhubungan.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved