Politeknik Pos Indonesia Melantik 737 Wisudawan D3 ke-15 dan D4 ke-7 Tahun Akademik 2017/2018
Politeknik Pos Indonesia menggelar Sidang senat terbuka dalam rangka prosesi wisuda ahli madya (D3) ke-15 dan sarjana terapan (D4) ke-7 TA 2017/2018
Penulis: Cipta Permana | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Politeknik Pos Indonesia menggelar Sidang senat terbuka dalam rangka prosesi wisuda ahli madya (D3) ke-15 dan sarjana terapan (D4) ke-7, tahun akademik 2017/2018 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Rabu (24/10/2018).
Sebanyak 737 lulusan, yang terdiri dari 393 mahasiswa program studi (prodi) D3, dan 343 prodi D4 secara resmi dikukuhkan oleh Direktur Politeknik Pos Indonesia, Dr Ir Agus Purnomo, MT.
Bahkan dari jumlah tersebut, 157 lulusan diantaranya berhasil mencapai predikat pujian (cumlaude), dengan peningkatan IPK rata-rata dari tahun sebelumnya 3,20 menjadi 3,24. Dan rata-rata produktivitas lulusan mencapai 91 persen.
Dalam prosesi wisuda tersebut, wisudawan prodi D3 Akuntansi, Siti Yusina Utami Putri menjadi peraih IPK tertinggi dengan capaian 3,91.
Sementara wisudawan dengan pujian tertinggi lainnya diraih Tri Buana Tunggal Dewi dari Prodi D3 Teknik Informatika dengan IPK 3,85;
Prodi D3 Logistik Bisnis diraih oleh Dwi Latiah (3,82); Prodi D3 Manajemen Informatika disematkan pada Awlita Pramayany (3,78); dan Prodi D3 Manajemen Pemasaran diberikan pada Icha Charlina Mulyantini (3,78).
• Evi Masamba Tiba-tiba Pingsan di Pelaminan, Langsung Digotong ke Rumah dan Jadi Perhatian Tamu
• Link Live Streaming RCTI Timnas U-19 Indonesia vs Uni Emirat Arab (UEA) - Tonton Lewat Ponsel
• Sampah Plastik Tidak Lagi Menjadi Ancaman? Masalah Itu Dibahas dalam Seminar di Unjani
Sedangkan IPK tertinggi lainnya dicapai oleh Ni Wayan Poppy Larasathy (3,89) dari Prodi D4 Logistik Bisnis, Vindy Volan Yulianto Putri (3,83) Prodi D4 Manajemen Perusahaan/Bisnis; Rizki Amelia (3,81) Prodi D4 Akuntansi Keuangan; dan Eva Nur Fauziyah (3,78) dari Prodi D4 Teknik Informatika.
Direktur Politeknik Pos Indonesia, Agus Purnomo mengatakan, jumlah wisudawan yang dikukuhkan pada tahun ini merupakan yang terbanyak sejak digelarannya wisuda pertama pada tahun 2004 lalu. Selain itu, dari total wisudawan tersebut 100 orang diataranya telah diterima bekerja sebelum mereka di wisuda.
"Hal ini tentunya menjadi sebuah kebanggan bagi kami, karena 100 orang lulusan telah di terima bekerja, yaitu 48 orang di PT Pos Indonesia dan 52 orang lainnya di beberapa perusahaan dalam negeri," ujarnya usai prosesi wisuda di Sabuga Bandung, Rabu (24/10).
Agus menjelaskan, seiring dengan berkembangnya era revolusi industri 4.0, sejumlah pembekalan pun diberikan kepada para mahasiswa, salah satunya menggelar kegiatan seminar bersama beberapa industri yang terhubung dengan pola kurikulum pendidikan di Polteknik Pos Indonesia.
Selain itu, para mahasiswanya pun dibekali dengan kemampuan sertifikasi kompetensi di bidang chartered institute transportation and logistic (CILT) dengan lisensi dari United Kingdom, dan sertifikasi profesi yang terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
"Sehingga terdapat beberapa perubahan kurikulum dengan memasukan muatan-muatan teknologi yang dibutuhkan oleh dunia industri, seperti internet of things, robotik, financial technology, dan teknologi lainnya yang mendukung aktivitas logistik, agar lebih efektif dan efisien sehubungan dengan perkembangan revolusi industri 4.0," ucapnya.
Agus menambahkan, pembekalan lainnya berupa sertifikasi wajib yang termasuk dalam kurikulum, yaitu kompetensi Enterprise Resources Planning (ERP), dimana hal ini merupakan tuntutan dari berbagai perusahaan saat ini, dalam rangka mengintegrasikan berbagai sumber daya yang dimiliki, seperti manajemen, keuangan, logistik, sumber daya manusia dan lainnya yang dikeluarkan oleh SAP internasional.
Selain pembekalan sertifikasi, pihaknya pun menjalin kerjasama dengan Forum Human Capital Indonesia, yang merupakan wadah yang didirikan oleh 118 BUMN se-Indonesi, berupa pola internship (pemagangan) bersertifikat slama enam bulan. Sehingga begitu selesai proses pemagangan, para mahasiswa terbaik dapat langsung di rekrut oleh salah satu BUMN tersebut.
"Maka sudah menjadi kepastian bagi para lulus Politeknik Pos Indonesia untuk mendapat pekerjaan dengan berbekal kompetensi dan sertifikasi yang dimiliki. Dan waktu tunggu paling lama lulusan kami mendapat pekerjaan adalah enam bulan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/poltek-wisuda_20181024_181040.jpg)