Jumat, 17 April 2026

Wah, Desa di Tasikmalaya Ini Punya Lapangan Sepakbola Berstandar FIFA!

Sarana olahraga rakyat yang diberi nama Lapangan Bola Lodaya Sakti tersebut terlihat begitu terawat dengan rumput hijau yang tumbuh rapi.

KOMPAS. com/IRWAN NUGRAHA
Staf khusus Kementerian Desa RI Syaiful Huda, saat meninjau lapangan milik desa bertaraf internasional, Minggu (21/10/2018). 

TRIBUNJABAR.ID - Bila lapangan sepakbola di daerah pedesaan atau pinggiran biasanya tak terawat, berdebu, tanpa rumput, atau tiang gawang yang tak enak dipandang, maka lain halnya dengan kondisi lapangan sepakbola di Desa Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.

Sarana olahraga rakyat yang diberi nama Lapangan Bola Lodaya Sakti tersebut terlihat begitu terawat dengan rumput hijau yang tumbuh rapi.

Dilansir dari Kompas.com, Pemerintah Desa Cisayong rupanya memang berinisiatif untuk menata lapangan sesuai 93x54 meter tersebut dengan jenis rumput yang sudah memenuhi standar Federation of International Football Association (FIFA).


Rumput lapangan yang digunakan berasal dari Eropa dari jenis Zoysia matrella (ZM). Jenis rumput ini masuk dalam kategori kualitas tinggi dengan kerapatan, elastisitas, kemampuan menahan beban, pemulihan diri, dan perakarannya yang sempurna, sehingga bisa mengurangi risiko cedera bagi para pemain.

Inisiatif itu dilakukan sebagai salah satu perwujudan program Nawacita, 'Ayo Bangun Desa' melalui sektor olahraga dengan membangun satu lapangan olahraga di tiap desa.

"Pembangunan sarana olahraga di desa ini sesuai dengan Permendes Nomor 19 Tahun 2017 tentang Penetapan Prioritas Dana Desa Tahun 2018, dan sudah mendapat persetujuan dari semua unsur masyarakat," ungkap Kepala Desa Cisayong, Yudi Cahyudin, Minggu (21/10/2018) kemarin.

Ditambahkan Yudi, seluruh sokongan dananya bersumber dari dana desa APBN Tahun Anggaran 2018 termasuk bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Total dana untuk pembangunan TPT lapangan, perataan tanah, drainase, water sprinkle system, pasir dan pagar, sebesar Rp 1,4 Miliar.

Sepenuh Hati Berupaya Lestarikan Karinding, Abah Olot Raih Sejumlah Penghargaan

Sedangkan untuk biaya perawatan lapangan, Pemerintah Desa Cisayong mengalokasikan dana sebesar Rp 5 juta per bulan, yang meliputi biaya listrik, penyiraman, pemotongan, dan pemupukan rumput.

Proses pembangunannya sendiri masih terus berlanjut termasuk kelengkapan sarana olahraga lainnya seperti jogging track dan tribun lapangan.

Yudi berharap, lapangan tersebut akan membawa perubahan positif bagi masyarakat.

Tak sedekar digunakan sebagai tempat melepas penat, rekreasi dan olahraga, tetapi juga dapat menjadi pemicu gerakan ekonomi masyarakat.

Lapangan ini juga disewakan untuk masyarakat umum, dengan biaya sebesar Rp 500 ribu sekali main.

Lapangan Bola Lodaya Sakti yang hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari Kota Tasikmalaya ini, menurutnya, bisa digunakan oleh siapa pun.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved