Breaking News:

Pemilihan Rektor Unpad

Gempungan Warga Peduli Unpad Inginkan MWA Membentuk Tim Investigasi

Menanggapi isu dugaan calon rektor Unpad Obsatar Sinaga pernah melakukan KDRT dan perselingkuhan, Gempungan Warga Peduli Unpad inginkan MWA (Majelis W

Tribun Jabar/Resi Siti Jubaedah
Konferensi Pers Gempungan Warga Peduli Unpad usai audiensi dengan MWA di Ruang Rapat Sekretariat MWA Unpad di Jalan Cimandiri no 14 Bandung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Resi Siti Jubaedah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menanggapi isu dugaan calon rektor Unpad Obsatar Sinaga pernah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perselingkuhan, Gempungan Warga Peduli Unpad inginkan MWA (Majelis Wali Amanat) membentuk tim investigasi.

"Ada kabar bahwa seorang calon ada yang diduga pernah melakukan KDRT dan perselingkuhan dalam rumah tangganya. Itu hanya diduga saja," ujar Aktivis 66 dan Pembina Bammus Jabar, Memet H. Hamdan, di Jalan Cimandiri no 14 Bandung.

Ketua Dewan Mahasiswa Unpad, Dindin S. Maolani, usai melakukan audiensi dengan MWA, juga ikut mengomentari terkait dugaan calon rektor Unpad yang diduga pernah melakukan KDRT.

"Karena perguruan tinggi tentu saja akan berkiprah, siapapun rektornya, siapapun pemimpinnya, akan membawa nama besar Unpad terkait dengan pendidikan," ujar Dindin S. Maolani.

Evaluasi 11 BUMD, Wagub Jabar: Ada Perusahaan yang Tak Mampu Biayai Operasional Sendiri

Berencana Menikah dengan Gaya Tradisional? Datang ke Indonesia Traditional Wedding Festival

Menurutnya, masalah moralitas dan integritas harus menjadi nomor satu, karena rektor harus menjadi sosok yang mengayomi anak didiknya.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Gempungan Warga Peduli Unpad menghimpun data mengenai dugaan tersebut.

"Berangkat dari situ, kami mencoba menghimpun data. Dari data itu memang terindikasi ada perbuatan itu dari bukti awal, memang diduga keras ada," jelas Dindin.

Terakhir, mereka melakukan investigasi kepada korban, korban membenarkan data awal yang ada, semisal foto dan putusan pengadilan.

"Dari hasil itu Kami membuat gempungan untuk merumuskan bahwa MWA perlu diingatkan, diberi masukan ,itu aja yang penting," ujar Dindin.

Pemilihan rektor Unpad akan memasuki tahap terakhir.

Gempungan Warga Peduli Unpad berharap MWA membentuk tim investigasi independen untuk menginvestigasi kebenaran masalah tersebut.

"Kami sangat bersemangat meminta MWA melakukan itu, ada bukti terakhir putusan agama, tapi bukti aslinya ada di korban. Ternyata di dalam putusan agama, korban dan tersangka telah terjadi perceraian. Di dalamnya terdapat dalil-dalil mengapa dia mengajukan perceraian, karena ada KDRT dan perselingkuhan, serta ada saksi didalamnya," ujar Dindin.

Gempungan Warga Peduli Unpad berharap agar MWA mengklarifikasi kepada korban dan Obsatar.

"Kalau klarifikasi itu tidak dilakukan, semua itu akan menjadi masalah besar, ini masalah sudah menyebar ke publik, kalau tidak di-clear-kan sama MWA, ini akan kebawa terus selama lima tahun dan itu berdampak kemana-mana, apalagi ini institusi pendidikan," ujar Dindin S. Maolani.

Punya Catatan Manis di Jayapura, Supardi Tidak Jemawa

Fenomena Likuifaksi di Palu Rawan Terjadi di 10 Titik di Bandung, Warga Ketakutan Tapi Pasrah

Kebakaran yang Sebabkan 3 Korban Tewas Terletak di Lokasi Padat Penduduk, Damkar Sulit Padamkan Api

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved