Satu Pondok Pesantren di Jawa Barat Didorong Minimal Punya Satu Unit Usaha
"Dengan adanya program ini, setelah lulus dari pesantren, santri bisa wirausahawan. Kan tidak semua santri bisa jadi kiai
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Forum Santri Indonesia mendukung penuh program satu pesantren satu usaha yang segera diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hal tersebut dinilai akan mengembangkan potensi dan sisi ekonomi pesantren.
Ketua Umum DPP Forum Santri Indonesia, Iwan Ari Kurnia, mengatakan saat ini di Indonesia, termasuk di Jabar, hanya beberapa pesantren yang memiliki usaha atau koperasi yang menghasilkan kegiatan bisnis. Padahal, jika perekonomian terdapat di pesantren, akan mendorong juga pengembangan aktivitas keilmuan dan eksistensi pesantren.
• Kadisdik Kabupaten Bandung Minta Pihak Sekolah Awasi Pergaulan Siswanya, Jangan Sampai LGBT
"Yang punya usaha hanya pesantren yang unggul dan tertata dengan baik. Untuk mengangkat kesejahteraan pesantren, saat ini memang keberadaan usaha sangat dibutuhkan di pesantren. Misalnya, usahanya berbentuk seperti koperasi," ujar Iwan setelah menemui Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, di Gedung Sate, Kamis (11/10/2018).
Oleh karena itu, menurut Iwan, pihaknya sangat mendukung program satu pesantren satu perusahaan yang digagas oleh Pemprov Jabar. Bahkan, Forum Santri siap untuk bekerja sama dan menjadi mitra Pemprov Jabar dalam menjalankan program tersebut.
6 Manfaat Kacang Panjang yang Jarang Diketahui, Mulai dari Cegah Kanker, hingga Kesehatan Mata https://t.co/mLga7GsrVz via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) October 11, 2018
"Dengan adanya program ini, setelah lulus dari pesantren, santri bisa wirausahawan. Kan tidak semua santri bisa jadi kiai. Pasti ada yang ke bidang lain juga, kita dorong menjadi enterpreneur," katanya.
Iwan menilai, untuk mengembangkan pesantren saat ini yang dibutuhkan adalah ekonomi yang mampu mengangkat kualitas pesantren. Dalam sebuah pesantren, katanya, ada saja sebagian santri yang tidak sanggup membayar uang pendidikan di pesantren.
"Makanya harus ada subsidi silangnya. Menurut saya dibuat ekonomi santri ini juga akan jadi solusi. Dalam waktu dekat kami akan buat koperasi syariah santri Indonesia," katanya.
Iwan menjelaskan, forum santri sendiri memang merupakan organisasi kemasyarakatan yang baru berdiri. Forum ini, bergerak di bidang kepemudaan dan kesantrian. Anggotanya adalah santri di seluruh Indonesia.
Rima, Korban Tabrak Lari, Terbaring di Rumah Sakit, Terpaksa Galang Donasi Tutupi Kekurangan Biaya https://t.co/B7g28WVKkS via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) October 11, 2018
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan akan membuat program satu pesantren satu minimarket atau satu pesantren satu usaha Menurut Uu, program itu merupakan bagian dari janji kampanyenya untuk memberdayakan pesantren di Jabar.
Uu menilai saat ini pesantren di Jabar banyak yang belum mandiri dalam urusan finansial. Selama ini, pemasukan bagi pesantren hanya bersumber dari para donatur dengan mengandalkan sosok ketokohan para ulama dan pendiri pesantren.
"Kenapa berpikir ke sana, karena sebagian pesantren di Jabar kalau pendirinya meninggal, pesantrennya ikut meninggal," ujar Uu.
Uu menjelaskan, pesantren memiliki sumber pemasukan dari jariyah, infak, dengan kharisma pendiri dan kiai. Namun, saat pendirinya meninggal dan turunannya belum menjadi tokoh, figurnya pun hilang. Sehingga, jarang ada jamaah yang kembali menyumbang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/uu-ruzhanul-ulum_20180629_163746.jpg)