Kadisdik Kabupaten Bandung Minta Pihak Sekolah Awasi Pergaulan Siswanya, Jangan Sampai LGBT

"Jika terdapat perilaku yang aneh atau mencurigakan, maka harus segera dilaporkan," katanya

Kadisdik Kabupaten Bandung Minta Pihak Sekolah Awasi Pergaulan Siswanya, Jangan Sampai LGBT
shutterstock
Ilustrasi gay 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Terkait heboh terbongkarnya grup facebook gay siswa SMP-SMA di Kabupaten Garut, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung meminta seluruh jajaran sekolah melakukan pengawasan terhadap pergaulan para siswanya. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi menjauhkan anak dari kecenderungan menyukai sesama jenis.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Juhana menekankan kepada pembina kesiswaan, untuk mengawasi aktivitas anak pada kegiatan formal ataupun ekstrakurikuler.

Kepada Amien Rais, Ratna Sarumpaet Mengaku Tak Bisa Bicara, Gigi Copot Karena Dibanting

"Jika terdapat perilaku yang aneh atau mencurigakan, maka harus segera dilaporkan," katanya saat ditemui di Kantor Disdik Kabupaten Bandung, Soreang, Kamis (11/10/2018).

Sejauh ini, kata Juhana, di Kabupaten Bandung belum ada laporan terkait hal-hal yang berkaitan dengan LGBT di kalangan siswa-siswi SMP. Selain oleh pihak sekolah, para orangtua juga diharapkan berperan aktif bersama-sama mengawasi anak-anaknya.


"Mudah-mudahan di Kabupaten Bandung tidak ada. Selain oleh guru, pengawasan juga harus dilakukan oleh orangtua dan keluarga," ujar Juhana.

Juhana menuturkan, orangtua harus mengetahui dengan siapa anak-anaknya berteman dan bermain. Sehingga perilaku yang tidak diinginkan bisa lebih dini dicegah dan diantisipasi.

"Selain itu, di lingkungan masyarakat tidak boleh dibiarkan perilaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) berkembang. Tidak hanya itu, di sekolah juga memberikan pemahaman kepada siswa tentang masalah tersebut," tuturnya.


Sementara jajaran Polres Bandung mengungkapkan, pihaknya sejauh ini mengklaim belum menemukan grup gay di media sosial di wilayah Kabupaten Bandung. Meski begitu, tindakan pencegahan terus dilakukan dengan cara melakukan pemantauan di media sosial yang ada.

"Sejauh ini masih tidak ada grup seperti itu di medsos, tapi tetap kami terus melakukan pemantauan," kata Kasat Intelkam Polres Bandung, AKP Tedy Rusman saat dihubungi oleh wartawan.

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help