Sanksi untuk Persib Bandung
Ridwan Kamil Nilai Sanksi Persib Tidak Adil
Sanksi tersebut membuat Persib harus menjalani pertandingan kandang di Kalimantan tanpa penonton sampai akhir musim kompetisi 2018 dan pertandingan ka
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, menilai hukuman dari Komisi Disiplin PSSI kepada Persib Bandung terlalu berlebihan.
Sanksi tersebut membuat Persib harus menjalani pertandingan kandang di Kalimantan tanpa penonton sampai akhir musim kompetisi 2018 dan pertandingan kandang tanpa penonton di Bandung sampai setengah musim Liga 1 2019.
"Kalau masalah sanksi, tentulah pasti ada sanksi terhadap sebuah peristiwa. Tapi menurut saya sanksi yang didapat ini terlalu berlebihan," kata pria yang akrab disapa Emil ini di Gedung Sate, Rabu (3/10/2018).
Emil menilai sanksi tersebut disebabkan oleh ulah oknum bobotoh yang secara teknis tidak berkaitan dengan profesionalitas pemain.
• Safaat Tuangkan Rindu Pada Ayah Lewat Karya Seni
• Makan Siang di Mana? Ragam Menu Rice Bowl di Bandung Ini Bisa Anda Cicipi
Menurut Emil, seharusnya klub dan pemain Persib Bandung tidak mendapat sanksi karena kejadian tersebut.
"Pada dasarnya suporter-nya yang bermasalah. Sehingga kalau saya lihat kan sampai pemain-pemainnya pun dihukum, kalau menurut saya tidak adil," kata Emil.
Emil menilai pemain hanya bisa diberi hukuman oleh wasit atas ulahnya dalam pertandingan. Hanya wasit, katanya, yang secara mekanisme dapat memberi sanksi kepada pemain berupa kartu merah atau kartu kuning.
"Menurut saya seadil-adilnya saja lah. Adil itu menempatkan sesuatu pada takaran dan tempatnya," katanya menanggapi sanksi atas kejadian pengeroyokan suporter Persija oleh oknum supporter Persib beberapa waktu lalu di GBLA.
Emil berharap langkah banding yang dilakukan oleh Persib atas putusan Komisi Disiplin PSSI tersebut membuahkan hasil dan menjadi sanksi yang adil.
"Saya dengar Persib banding ya. (Pertandingan) di Kalimantan itu yang akan dibandingkan Persib. Saya minta keadilan saja," katanya.
• Masa Peralihan, Potensi Gerakan Tanah di Jabar Lebih Tinggi Dibanding Musim Kemarau
Sebelumnya diberitakan, Persib Bandung dikenai sanksi setelah pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta.
Selain harus menggelar laga kandang di Pulau Kaimantan, Persib Bandung juga harus menggelar laga kandang tanpa penonton di Bandung selama setengah musim Liga 1 2019.
Pemain Persib Bandung dan ofisial Persib Bandung juga dikenai sanksi oleh PSSI.
Berikut daftar sanksi dan penyebabnya.
1. Suporter Persib Bandung
- Nama kompetisi: Liga 1 2018
- Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta
- Tanggal kejadian: 23 September 2018
- Jenis pelanggaran: melakukan intimidasi terhadap tim Persija pada saat MCM dan melakukan sweeping, pengeroyokan dan pemukulan terhadap suporter Persija hingga tewas
- Hukuman: Sanksi penonton dan atau suporter berupa larangan untuk menyaksikan pertandingan Persib Bandung pada saat home maupun away serta pertandingan Liga 1 lainnya sejak putusan ini ditetapkan sampai pada setengah musim kompetisi 2019.
2. Panitia pelaksana pertandingan Persib Bandung
- Nama kompetisi: Liga 1 2018
- Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta
- Tanggal kejadian: 23 September 2018
- Jenis pelanggaran: suporter Persib melakukan intimidasi terhadap tim Persija pada saat MCM dan melakukan. Sweeping, pengeroyokan dan pemukulan terhadap suporter Persija hingga tewas. Panpel gagal memberikan rasa aman dan nyaman terhadap suporter yang datang menonton.
- Hukuman: Sanksi terhadap
a. ketua panitia pelaksana pertandingan & security officer berupa larangan ikut serta dalam kepanitiaan pertandingan Persib Bandung selama 2 (dua) tahun.
b. Panpel Persib Bandung didenda sebesar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah)
c. Panpel Persib Bandung wajib memerangi dan melarang rasisme dan tulisan provokasi serta slogan yang menghina pada spanduk, poster, baju dan atribut lainnya dengan cara apapun