Senin, 4 Mei 2026

Kisah Kakek Radit, Penjual Pisang yang Tetap Semangat Mencari Nafkah di Usia Senja

Jika dagangannya laku, Radit tak perlu menunggu hingga sore untuk pulang dan berkumpul dengan anak cucunya.

Tayang:
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Seorang kakek bernama Radit saat merapihkan buah pisang yang dijajakannya di sisi Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Minggu (30/9/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Seorang kakek bernama Radit (75) tampak sibuk merapihkan tumpukan buah pisang yang dijajakannya di sisi Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Minggu (30/9/2018) sore.

Tangannya yang menonjolkan urat-uratnya itu terlihat bergetar saat mengangkat buah pisang yang dijualnya.

Warga Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, itu mengaku sehari-hari berjualan buah pisang secara keliling.

Jelang Hari Kesaktian Pancasila, Puluhan Prajurit Korem 063/SGJ Ikuti Doa Bersama

Gempa Palu- 2 Hari Terhimpit Beton Reruntuhan Hotel Roa Roa, Fitri Selamat karena Kasur

"Jualan pisang dari masih muda, sudah lama, enggak ingat sudah berapa tahun," kata Radit kepada Tribun Jabar.

Baju putih tampak melapisi badannya yang terlihat sudah sedikit membungkuk.

Peci hitam yang dikenakannya juga tak mampu menutupi rambutnya yang memutih.

Sandal jepit warna hijau yang dipakai untuk alas kaki itu dijadikan Radit sebagai alas duduk sambil menunggu pembeli datang.

Setiap harinya Radit biasa berangkat dari rumahnya kira-kira pukul 07.00 WIB.

Biasanya ia naik angkutan umum untuk berbelanja pisang ke sejumlah pasar di Kota Cirebon.

Namun, saat kakinya dirasa pegal Radit memilih untuk naik becak meski ongkosnya dinilai lebih mahal dibanding naik angkutan umum.

"Sekarang kan sudah tua, cepat lelah dan enggak kuat memanggul pisang lama-lama," ujar Radit sambil tersenyum menunjukkan gigi-giginya yang telah tanggal.

Ia mengatakan, dulu berjualan pisang secara keliling dari pasar ke pasar di Kota Cirebon.

Pisang-pisang yang dijualnya itu dibeli langsung dari sejumlah pasar di Kuningan.

Faktor usia membuatnya tak mampu lagi menempuh perjalanan jauh sekadar untuk berbelanja pisang.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved