Sabtu, 11 April 2026

Gempa Donggala

Fakta Terkini Gempa Donggala dan Tsunami Palu: Korban Tewas 30 Orang

Lokasi pusat gempa tercatat pada koordinat 0,18 LS dan 119,85 BT, 26 km dari Utara Donggala, dengan kedalaman 10 km.

Editor: Ravianto
maps.google
Teluk Palu 

TRIBUNJABAR.ID, DONGGALA - Badan Meterologi dan Geofisika (BMKG) merilis pernyataan resmi mengenai gempa bumi 7,7 SR yang melanda Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018) pukul 17.02 WIB.

Rilis tersebut dimuat di laman resmi BMKG (bmkg.go.id) pada Sabtu (29/9/2018).

Tertulis dalam rilis tersebut bahwa gempa bumi 7,7 SR terjadi di Donggala, Sulawesi Tengah, tepatnya pada pukul 17.02.44 WIB atau 18.02.44 WITA.

Lokasi pusat gempa tercatat pada koordinat 0,18 LS dan 119,85 BT, 26 km dari Utara Donggala, dengan kedalaman 10 km.

Karena kekuatan gempa yang cukup besar, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami di wilayah Palu dan Mamuju, Sulawesi Barat.

Level tertinggi tsunami berada di Palu dengan status siaga (ketinggian tsunami 0,5-3m) estimasi waktu kedatanga tsunami pukul 17.22 WIB.

Sementara itu Mamuju berada di level waspada (ketinggian tsunami kurang dari 0,5m).

Peringatan Dini Tsunami (PDT) kemudian dicabut oleh BMKG pada pukul 17.36 WIB.

Menurut laporan dari BMKG, hingga pukul 02.55 WIB, tercatat sudah ada 76 kali gempa susulan, 14 di antaranya dirasakan oleh warga.

Magnitudo gempa terbesar 6,3 SR dan terkecil 2,9 SR.

Tak hanya dirasakan oleh warga Sulteng saja, gempa juga dirasakan oleh hampir seluruh wilayah Sulawesi serta Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat.

Teluk Palu dan Sejarah Kegempaannya, Ternyata Pernah Dihantam Tsunami 15 Meter dan Ada di 3 Lempeng

Gara-gara Salah Masuk Mobil, Dua Warga Tasikmalaya Ditembak Polisi, Kapolres Akui Ada Misskomunikasi

Data sementara dari BMKG menunjukkan bahwa korban meninggal dunia satu orang, 10 terluka, serta sejumlah bangunan roboh.

Sementara data dari rumah sakit di Palu mengungkapkan setidaknya 30 orang tewas akibat gempa tersebut.

Data 30 korban tewas itu berasal dari Rumah Sakit Budi Agung Palu dan Bhayangkara. 

Jumlah korban tewas ini disampaikan dr. I Komang Adi Sujendra, SpPD, Ketua Ikatan Dokter Indonesia wilayah Sulawesi Tengah.

Diketahui korban meninggal dunia dan terluka akibat tertimpa oleh bangunan yang roboh.

BMKG menyebut gempa ini merupakan gempa bumi dangkal akibat aktifitas sesar Palu Koro.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktifitas sesar Palu Koro.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar mendatar (Slike-Slip)," tulis BMKG melalui rilis resmi di laman bmkg.go.id.

BMKG memberi imbauan kepada masyarakat agar mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta terus mengikuti informasi dari BMKG.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved