Tel-U Dukung Negara Ekonomi Digital Tahun 2025, Lewat ICT Expo and Digital Broadband Summit 2018

Tel-U menggagas kegiatan ICT Expo and Digital Broadband Summit 2018, dengan tema "Inspiring The Digital Indonesia 2025" di Trans Convention Center

Tribun Jabar/Cipta Permana
Suasana konferensi pers kegiatan ICT Expo and Digital Broadband Summit 2018, dengan tema Inspiring The Digital Indonesia 2025 di Trans Convention Center, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jumat (28/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di ASEAN pada tahun 2025, Telkom University (Tel-U) menggagas kegiatan ICT Expo and Digital Broadband Summit 2018, dengan tema "Inspiring The Digital Indonesia 2025" di Trans Convention Center, Jalan Gatot Subroto, pada 26 - 29 September 2018.

Dalam kegiatan yang juga merupakan bagian dari peringatan Hari Bhakti Postel ke-73 tersebut, sejumlah perusahaan-perusahaan besar, di antaranya adalah PT. Telekomunikasi Indonesia, Huawei, ZTE, Telkomsel, Indosat, Intel dan perusahaan-perusahaan ICT lainnya, termasuk beberapa perusahaan perbankan dan Startup, turut berpartisipasi dengan menampilkan beragam program dan inovasinya masih-masing, dalam bentuk pameran terbuka.

Acara ini di buka oleh Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informasi, Prof. Dr. Ahmad M. Ramli tersebut, terdapat kegiatan seminar bertajuk “Digital Indonesia 2025” dan Java Business Competition (JBC), dimana Direktur Utama PT. Telekomunikasi Indonesia (PT. Telkom) Alex J Sinaga bertindak sebagai keynote speaker pada acara tersebut.

Luhut Binsar Pandjaitan Optimis Indonesia Bisa Lewati Krisis Ekonomi

Kota Bandung Belum Siap Terapkan Sistem Ganjil Genap, Kata Kasatlantas Polrestabes Bandung

Rektor Telkom University, Adiwijaya mengatakan, bergulirnya kegiatan ini dalam rangka mendukung program pemerintah, untuk menyongsong era Industry 4.0. Dimana terjadi perubahan menuju automation, robotika, dan pertukaran data yang ekstensif dan massif.

"Telkom University sebagai bagian dari pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk turut serta mewujudkan misi tersebut. Sehingga dapat memberikan masukan dan rekomendasi mengenai teknologi digital kepada Pemerintah Indonesia," ujarnya dalam sesi konferensi pers di Trans Convention Center, Jumat (28/9).

Meski demikian, Adiwijaya menyadari untuk mencapai hal tersebut tidaklah mudah, terdapat beberapa kendala yang harus di hadapi bangsa Indonesia, khususnya terkait kesiapan sumber daya manusia. Dimana meski teknologi telah hadir secara masif, tapi tidak diimbangi dengan kemampuan talent individu yang maksimal, maka akan terus tertingal.

"Kebutuhan akan dunia digital sekarang selalu tinggi, tapi bagaimana pemenuhan akan talent dari manusianya untuk berakselerasi. Maka salah satu upaya yang kita lakukan, adalah mendorong para mahasiswa melalui metode kurikulum pembelajaran, terutama bidang ICT (Information, Communication dan Technology)," ucapnya.

Adiwijaya mengatakan dengan beragam upaya yang telah diupayakan, maka dapat mendorong setiap lulusan untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan misi Tel-U, yakni sebagai entrepreneur university. Terlebih dengan ekonomi digital saat ini, yang cukup menjanjikan.

"Sejauh ini talent digital atau lulusan Tel-U baru terpenuhi sekitar 40 persen, dan akan terus kita kembangkan. Ini merupakan tanggung jawab bersama dari berbagai pihak, dalam pemenuhan SDM tersebut," ujar Adiwijaya.


Disinggung terkait regulasi pemerintah, lanjutnya, perkembangan teknologi yang terjadi akan berjalan berisian, namun dalam pengembangannya tetap dalam koridor aturan, terutama dalam hal pemenuhan SDM.

Untuk itu, diperlukan adanya upaya pendekatan pemerintah dengan industri maupun perusahaan-perusahaan start up yang tumbuh di Indonesia.

"Dengan mendekatkan diri pada industri artinya kita bisa melihat apa saja yang dibutuhkan oleh industri dan apa saja yang berkembang di industri saat ini, agar misi Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar di ASEAN pada tahun 2025 dapat terwujud," katanya (*).

Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved