Tetangga Siap Bongkar Tembok yang Tutupi Rumah di Jombang, Tapi Ada Syaratnya

Namun, petani 2 anak itu mengajukan syarat kepada Siti Khotijah, pemilik rumah. "Kalau saya mau dibuka, satu pintu supaya bisa masuk. Tapi ada syarat

Editor: Theofilus Richard
Kompas.com/Moh. Syafii
Siti Khotijah, warga Desa Sudimoro, Megaluh, Jombang, Jawa Timur, saat keluar dari rumah melalui celah antara rumah kerabatnya dengan tembok yang dibangun tetangganya. 

TRIBUNJABAR.ID, JOMBANG - Seger (61), warga Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pemilik tembok pagar pekarangan yang menutup akses keluar masuk rumah tetangganya menyatakan bersedia membongkar tembok pembatas yang ia bangun.

Namun, petani 2 anak itu mengajukan syarat kepada Siti Khotijah, pemilik rumah.

"Kalau saya mau dibuka, satu pintu supaya bisa masuk. Tapi ada syaratnya," kata Seger, Selasa (25/9/2018).

Syarat yang diajukan Seger, yakni meminta agar Siti Khotijah dan keluarganya berhenti mengolok-olok ia atau pun keluarganya.

Hal itu terutama terkait klaim kepemilikan lahan yang kini dibatasi tembok oleh Seger.

Syarat kedua, Seger meminta agar batu pondasi yang menyulitkan gerobaknya masuk ke pekarangannya dibongkar oleh keluarga Siti Khotijah.

Batu pondasi itu berada di samping depan rumah Sri Utami, kakak dari Siti Khotijah.

"Tidak boleh mengolok-olok saya. Terus, saya minta lagi, yang menyulitkan gerobak saya masuk dibongkar. (Pojok rumah) Itu kan dipandesi (diberi batu pondasi). Itu permintaan saya. Kalau setuju ya buat perjanjian" katanya.


Kisah Pak Eko Juga Terjadi di Jatim, Kali Ini Gara-gara Mencuci Kendaraan

Sneakers Nike Buatan Istri Michael Jordan Bakal Dijual Seharga Mobil LCGC, Berminat?

Seger menuturkan, selama ini dia kesulitan membawa gerobaknya masuk ke pekarangan rumah karena terhalang batu pondasi di pojok depan bagian kiri rumah Sri Utami.

Jika tetangganya itu bersedia membongkar, Seger juga akan membongkar tembok yang dia bangun.

"(Kalau tidak setuju) tidak bisa dibuka. Jadi sama-sama, saya ya punya permintaan. Kalau situ minta jalan, saya buka supaya bisa masuk. Saya juga punya permintaan, jalan yang dipandesi watu kumbung (batu kumbung) itu saya minta dibongkar," ujarnya.

Konflik antar tetangga yang berujung munculnya bangunan penutup bagian depan rumah Siti Khotijah, terjadi sejak Februari 2018 lalu.

Puncaknya, petani asal Megaluh itu membangun tembok sebagai pembatas pekarangan.

Seger mengaku membangun tembok berukuran tinggi 2 meter dengan panjang sekitar 6 meter tersebut karena tersulut emosi dan jengkel dengan ulah keluarga Siti Khotijah.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved