Puncak Upacara Seren Taun, Masyarakat Cigugur Berarak Bawa Hasil Panen dari 4 Penjuru

“Tan hana nguni tan hana mangke, kalau tidak ada masa lalu, tidak ada masa sekarang,” kata Acep Purnama

Puncak Upacara Seren Taun, Masyarakat Cigugur Berarak Bawa Hasil Panen dari 4 Penjuru
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Rangkaian upacara Adat Seren Taun di pendopo Paseban Tri Panca Tunggal, Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Senin (3/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN- Upacara adat Seren Taun di pendopo Paseban Tri Panca Tunggal, Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, digelar dengan berbagai ritual yang kaya nilai budaya, Senin (3/9/2018).

Ada prosesi Tari Buyung yang dibawakan beberapa penari yang gerakannya menggambarkan penyelarasan manusia dengan alam.

Dalam tarian itu, manusia diajak untuk lebih dekat dengan alam dan mencintainya sebagai sahabat yang harus terus berjalan bersama.

Puncak upacara Seren Taun ini menyerupai sebuah festival. Arak-arakan masyarakat terdiri dari empat formasi barisan muda-mudi, ibu-ibu, bapak-bapak, dan rombongan atraksi kesenian yang membawa hasil panen dari empat penjuru Cigugur.

Barisan terdepan, membawa padi, buah-buahan, dan umbi-umbian yang diikuti oleh seorang pemuda membawa payung janur bersusun tiga.

Rangkaian upacara Adat Seren Taun di pendopo Paseban Tri Panca Tunggal, Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Senin (3/9/2018).
Rangkaian upacara Adat Seren Taun di pendopo Paseban Tri Panca Tunggal, Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Senin (3/9/2018). (Tribun Jabar/Siti Masithoh)

Tak Setuju Hapus Striker Asing, Eks Persib Bandung: Itu Bukan Solusi yang Arif dan Bijaksana

Menggali di Bawah Sungai, Tujuh Penambang Emas Terjebak di Lubang Sedalam 50 Meter

Di belakangnya, ada 11 pemudi membawa padi bibit dipayungi para jejaka. Jumlah sebelas melambangkan simbol saling mengasihi (welas asih).

Baris ketiga, terdapat rombongan ibu-ibu yang membawa padi di atas kepala atau orang sekitar menyebutnya nyuhun.

Pada baris keempat, rombongan bapak-bapak memikul padi dengan rengkong dan pikulan biasa.

Bupati Kuningan, Acep Purnama, mengatakan di samping sebagai aset di bidang kepariwisataan, Seren Taun bernilai budaya tinggi bagi Kabupaten Kuningan yang sangat kaya warisan kebudayaan.

Rangkaian upacara Adat Seren Taun di pendopo Paseban Tri Panca Tunggal, Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Senin (3/9/2018).
Rangkaian upacara Adat Seren Taun di pendopo Paseban Tri Panca Tunggal, Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Senin (3/9/2018). (Tribun Jabar/Siti Masithoh)

Mirip Jokowi, 4 Orang Ini Ketiban Durian Runtuh; Ada yang Bintangi Layar Lebar dan Model Iklan

Daftar Lengkap Peraih Medali Indonesia di Asian Games 2018 dan Rincian Hadiahnya

Tan hana nguni tan hana mangke, kalau tidak ada masa lalu, tidak ada masa sekarang,” kata Acep Purnama saat ditemui di Desa Cigugur, Senin (3/9/2018).

Ia menegaskan, Kecamatan Cigugur merupakan miniatur dari Indonesia. Beragam etnis suku dan agama ada di sana.

Oleh sebab itu, perbedaan bukanlah sebuah hambatan, tapi sebuah khasanah dan keindahan yang harus dihormati.

Seorang warga, Azis (31), mengaku sangat senang bisa melihat dan menjadi bagian dari upacara adat Seren Taun.

"Senang banget, udah dari pagi nunggu acara ini. Buat saya ini unik dan perlu dilestarikan oleh kita semua," katanya kepada Tribun Jabar. (*)

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved