Kamis, 9 April 2026

Keseruan Perjalanan Panjang Naratas Akar, Atap Class Eurasia 2018 ke Helsinki, Oslo, dan Kuching

Dalam event itu, masyarakat mendapat suguhan menarik tentang perjalanan Naratas Akar Atap Class Eurasia 2018 ke Helsinki, Oslo, dan Kuching yang . .

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Naratas Akar, Atap Class Eurasia 2018 di Bandung Creative Hub, Jalan Laswi, Senin (3/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebagai sarana atau ruang belajar untuk berbagi beragam wawasan dan pengetahuan yang berkaitan dengan wacana seni dan kreativitas, Atap Class terus berupaya melakukan riset yang mencari, memetakan, dan mengembangkan potensi seni dan kreativitas.

Kini, masyarakat Bandung bisa manyaksikan sekaligus merasakan langsung Atap Class Eurasia 2018 yang digelar di Bandung Creative Hub, Jl. Laswi no. 7, Bandung mulai Senin (3/9/2018) hingga Jumat (7/9/2018).

Dalam event itu, masyarakat mendapat suguhan menarik tentang perjalanan Naratas Akar Atap Class Eurasia 2018 ke Helsinki, Oslo, dan Kuching yang membawa banyak kisah yang harus dibagi secara luas ke masyarakat, terutama kepada komunitas musik, akademisi, korporasi, dan pemerintah, dengan harapan bisa menjadi semakin kuatnya kebersamaan pengelolaan industri musik dan budaya di Indonesia. Karena keterpaduan antara musisi, akademisi, pemerintah, dan kelompok masyarakat lainnya merupakan salah satu kunci kemajuan industri musik di ranah global. Kesadaran untuk memainkan peran masing-masing dalam pola kolaboratif, telah membangun spirit keterbukaan atas berbagai kemungkinan baru pembangunan ranah musik Indonesia.

Naratas Akar, Atap Class Eurasia 2018 di Bandung Creative Hub, Jalan Laswi, Senin (3/9/2018).
Naratas Akar, Atap Class Eurasia 2018 di Bandung Creative Hub, Jalan Laswi, Senin (3/9/2018). (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Semua itu disajikan di Bandung Creative Hub dalam program-program pameran foto perjalanan Naratas Akar Atap Class Eurasia 2018, movie screening, talkshow, expert meeting dengan tema “Kehancuran Industri Musik Indonesia”, Skill Skool Kelas Musik Elektronik, Kelas Merchandising, dan Kelas Sleborisme, serta Creative Market.

Naratas Akar, Atap Class Eurasia 2018 merupakan sebuah program eksplorasi sejarah dan akar musik indie Kota Bandung yang berhasil dirilis Atap Class.

Ini merupakan program eksplorasi sejarah dan akar musik indie Kota Bandung sejak1990 hingga kini.

Program ini mencakup presentasi tiga penulis Atap Class di ajang Modern Heavy Metal‎ Conference (MHMC) 2018 yang digelar di Aalto University, Helsinki, Finlandia;
eksplorasi industri musik Oslo, Norwegia; dan eksplorasi Rainforest Fringe Festival di Kuching, Malaysia. Perjalanan tersebut berlangsung dari 25 Juni hingga 8 Juli 2018 dan hasil penelitian akan berkorelasi erat dengan penulisan buku ”Bandung Bawahtanah' yang digarap sejak 2016 oleh kolektif Atap Class.

Tiga penulis Atap Class yang berangkat adalah Astria Fadhilah Primantari, Dini Nurdiyanti, dan Hinhin Agung Daryana. Di MHMC 2018, ketiga penulis mendapat slot istimewa bernama 'Indonesia Insights” di hari pertama konferensi.

Astria mempresentasikan tema “Bandung Underground Electronic Music Scene Language of Frequency”, Dini dengan tema ”Bandung Clothing Industries Roots, Pride, and Movements", dan Hinhin dengan tema ”Sundanese Metal The Symbolic Movements of Cultural ldentity".

"Di konferensi ini, tim ‎Atap Class juga melakukan wawancara ke berbagai unsur industri musik Eropa dan mengeksplorasi keterpaduan antara para akademisi, universitas, pemerintah, serta para praktisi industri musik Eropa," ujar Iman Anggakusuma, alias Kimung‎ dari Atap Class dalam sesi konferensi pers di Bandung Creative Hub, Jalan Laswi, Senin (3/9/2018).

Di Oslo, tim Atap Class mengeksplorasi sejarah musik black metal dengan mengunjungi langsung berbagai artefak landmark ranah musik ini, melakukan
kontak dengan kolektif Music Norway, dan mengeksplorasi pola pengelolaan berbagai ruang untuk kemajuan industri musik Nomegia yang berhasil
menginspirasi ranah musik metal Bandung tahun 1990an.

Sementara itu, di Rainforest Fringe Festival, tim Atap Class mempelajari bagai mana kultur kolaborasi terbangun dalam sebuah festival.

Program Naratas digelar oleh Atap Class bekerjasama dengan DCDC Dreamworld dan Atap Promotions serta didukung Wellborne dan kawan-kawan yang menaruh perhatian besar bagi gerakan penelitian musik indie Bandung.

Kimung berharap program ini memberikan bekal yang baik dalam membangun industri musik independen Bandung secara lebih utuh, terbuka, tepat, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan dunia global, selain tentu saja menyerap data-data valid bagi penulisan buku "Bandung Bawahtanah.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved