Nasib Atlet Porda
Koni Kabupaten Bandung Minta Klarifikasi Pengcab Perbakin
Koni Kabupaten Bandung berkilah tertunggaknya gaji atlet karena jumlah atlet terlalu banyak.
Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: Oktora Veriawan
Laporan Reporter Mumu Mujahidin
SOREANG, TRIBUN - KONI Kabupaten Bandung akan segera berkoordinasi dengan pengurus cabang (pengcab) Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) Kabupaten Bandung untuk menyelesaikan permasalahan tunggakan gaji dan insentif atletnya.
Ketua KONI Kabupaten Bandung, Herda M Gani, mengatakan, pihaknya akan membayar hak atlet selama pengcab mengajukan kriteria atlet yang berprestasi yang harus dibayarkan oleh KONI.
"Yang berprestasi di BK (babak kualifikasi) Porda, seperti mendapat emas, perak, dan perunggu, mendapat Rp 500 ribu per bulan per orang. Kalau tidak masuk lima besar pada BK, maka mendapat Rp 250 per orang per bulan. Nah barometer pengcab (menembak) di mana, masih kami kaji karena menembak tidak ikut BK," katanya kepada wartawan di Kantor KONI Kabupaten Bandung, Soreang, Jumat (24/8).
Menurutnya, untuk cabang olahraga lainnya tidak ada penunggakan insentif. Penunggakan insentif itu terjadi karena belum adanya pengajuan dari pengcab Perbakin terkait kriteria atlet berprestasi yang harus dibayarkan.
"Kami tidak bisa selesaikan satu per satu, kami berbicara kontingen. Kalau kami mau, kami bisa bayar, tapi yang lainnya bagaimana. Saya ingin dari pengcab seperti apa, mana yang harus didahulukan (rekomendasi pengcab)," ujarnya.
Herda menyayangkan ancaman yang dilontarkan oleh Kinanti akan pindah menjadi atlet di daerah lain, karena tidak mendapat perhatian dari KONI. Namun menurutnya, ia tidak dapat menghalangi keputusan yang akan dilakukan oleh para atlet tersebut karena memiliki hak masing-masing.
"Mutasi halal, asal mekanismenya ditempuh, tapi sangat disayangkan. Perhatian itu bukan hanya dari KONI. Dana dari KONI sifatnya hanya stimulan. Anggaran yang kami ajukan tidak sepenuhnya disetujui oleh pemerintah, sehingga wajar saja kami kesulitan untuk melakukan pembinaan," jelasnya.
Dikatakannya Pemkab Bandung menggelontorkan dana untuk Porda di Bogor yang bersumber dari APBD sebesar Rp 10 miliar. Menurutnya, anggaran tersebut tidak ideal jika dibandingkan dengan kebutuhan atlet yang jumlahnya mencapai 900 orang.
"Kontingen saja overload. Dari yang seharusnya 701 orang dengan rincian 528 atlet dan 173 ofisial berdasakan kelolosan BK di angka lima besar. Sedangkan saat ini kontingen mencapai 900 orang dengan rincian atlet sebanyak 633 orang, serta ofisial dan pelatih 173 orang. Jumlah itu berimbas pada besarnya anggaran kontingen," tuturnya.
Pihaknya meminta kepada setiap pengcab untuk merasionalisasi jumlah atlet karena anggaran yang terbatas dan tidak sesuai dengan jumlah atlet. "Dipilah siapa saja atlet yang ideal dan tidak untuk diberangkatkan ke Porda,” katanya.(mumu mujahidin)
==