Kesehatan KH Umar Basri Sudah Menurun Beberapa Bulan Terakhir
Sebelum meninggal dunia, KH Umar Basri, Pimpinan Pesantren Al Hidayah Santiong-Cicalengka, rupanya telah dirawat selama beberapa hari di RS AMC, Cileu
Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Theofilus Richard
Laporan wartawan Tribun Jabar, Seli Andina
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebelum meninggal dunia, KH Umar Basri, Pimpinan Pesantren Al Hidayah Santiong-Cicalengka, rupanya telah dirawat selama beberapa hari di RS AMC, Cileunyi.
Hal tersebut disampaikan oleh Iwan Ismail, Santri Pondok Pesantren Al Hidayah Santiong, ketika dihubungi Tribun Jabar hari ini, Minggu (12/8/2018).
"Sempat dirawat tiga hari di RS AMC," ujar Iwan Ismail.
Menurut Iwan Ismail, semenjak kejadian penganiayaan oleh orang tak dikenal yang menimpa KH Umar Basri beberapa bulan lalu, kesehatan Pimpinan Pesantren Al Hidayah tersebut memang tidak stabil.
• Blanko SIM Kosong, Polres Cirebon Tetap Layani Pembuatan SIM
Saat kesehatannya membaik, KH Umar Basri bahkan sempat datang ke persidangan untuk menjadi saksi kasus penganiayaan tersebut.
Sayangnya, Iwan Ismail mengatakan, pasca persidangan, kondisi KH Umar Basri menjadi semakin tidak stabil.
"Bahkan, minggu ini beliau tidak ikut Salat Jumat berjamaah, terakhir itu minggu lalu," ujar Iwan Ismail.
KH Umar Basri menghembuskan nafas terakhir di RS AMC Cileunyi pada Sabtu malam (11/8/2018).
• Alat Musik dari Bambu Ini Tembus Pasar Internasional, Ternyata Asli Cimahi
KH Umar Basri sendiri merupakan korban penganiayaan orang tak dikenal beberapa bulan ke belakang.
Pimpinan Pesantren Al Hidayah tersebut dianiaya orang yang diduga memiliki penyakit kejiwaan usai melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid pesantren.
Tragedi tersebut sempat menjadi sorotan dan menarik perhatian banyak pihak.
• Jadi Cawapres di Pilpres 2019, Maruf Amin Diminta Mundur dari Ketua MUI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sekjen-pbnu-helmy-faishal-zaini_20180129_212633.jpg)